Reality Story
Cinta Tak di Restui
Penulis
Fithria
Ulfani Yuliatin
Di
Terbitkan Tanggal 05 Desember 2015
Inil
adalah sepenggal kisah cerita tentang dua insan yang saling
mencintai walaupun dengan perbedaan umur
yang sangat jauh, tetapi itu bukan masalah bagi keduanya untuk menjalin
hubungan,tetapi disamping itu orang
tua ikut campur dalam hubungan itu.Suatu
hari aku ketemu dia disebuah Desa
yang dinamakan
Desa Semoyang,disana dia ada pekerjaan, dengan kebetulan pria itu juga
mempunyai maksud dan tujuan yang sama dengan aku, akhirnya kami berdua berangkat bersama .Dalam perjalanan mereka
saling memperkenalkan diri , sampai akhirnya pria itu bertanya lebih jauh
tentang kehidupan saya dan pasangan hidup saya. . Karena pria tu sudah mengetahui bahwa
saya itu belum memiliki kekasih, menurut dia
itu kesempatan yang sangat besar untuk merebut hati saya dengan
sangat cepat .tidak lama kemudian kita menjalin hubungan yang
serius dan menjadi sepasang kekasih.
. Ketika
sudah lama Saling mengenal, tentu kita
sudah
mengenal karakteristik masing-masing,Setiap
hari kita selalu bercanda kerap kali ketemu, dengan wajahnya yang begitu polos,
sederhana dan kami berdua menikamti setiap momen bersamanya.kerap kali di
hatiku selalu berharap untuk dia jadi milikku selamanya,karna aku sangat
menginginkannya dan setiap waktu aku merindukannya. Bahkan tak sungkan-sungkan
aku memperkenalkan dia kepada kedua orangtua ku,sebagai bukti keseriusanku
terhadapanya.dan dia sangat disambut oleh keluargaku dengan begitu ramahnya dan santunnya. Tetapi
saat itu saya sangat kecewa dengan sikapnya yang acuh tak acuh terhadap orang
tua saya dan yang membuat kau sangat malu untuk membawanya untuk yang kedua
kalinya. di samping itu aku berusaha meyakinkan orang tuaku bahwa dia orang
baik tidak sperti yang difikirkan. Aku selalu menjaga nama baiknya di depan
keluargaku, dan tidak pernah kejelekan di depannya. Aku selalu jalani hari demi
hari terus berjalan dengan penuh kasih,sayang dan kemesraan yang terjalin di
atara kami berdua. Sampai di 2 (dua) tahun lamanya hubungan kita,
aku merasa tidak nyaman dengan hubungan itu,karena sikapnya egois dari
dia, tetapi aku mencoba untuk mempertahankan hubungan
itu dengan penuh kesabaran,aku selalu mengatakan terhadap diri saya sendiri bahwa “ ini
adalah cobaan awal yang di berikan tuhan dalam hubungan saya “.Tetapi tidak pernah ada
pengertian yang aku dapatkan, semuanya
telah berubah menjadi dingin. Ada apa ini ?’pertanyaanku dalam hati ‘. jika
aku menolak keinginnnya, dia pasti sangat
marah, sampai aku mengancam
untuk melakukan hal-hal
yang menantang,gila.bodoh,itu yang mambuat
aku begitu tertekan dengan
sikapnya aku yang keras kepala
seperti itu.kadang ada kala dimana aku harus menghadapinya dengan
sendiri,setiap permasalahan yang timbul,aku hanya bias bersabar dan menjalani
itu semua dengan kasih sayangku terhadapnya. Dia tidak pernah mengerti betapa
sakitnya aku karna dia.
semakin hari berjalannya waktu,rasa cintaku kepadanya
tidak pernah berkurang sedikitpun,yaaaaa itulah Aku !!. aku yang hatinya
terluka karena cinta,aku yang menyayangi dia dengan kesabaran , tapi kenapa
kesabaran itu yang membuat aku semakin
sakit ..??? di depanya aku selalu tersenyum,tertawa untuk menutupi
kesedihanku yang amat dalam dan sangat sakit.tapi di samping itu aku sangat
bersyukur, diberikan hati yang begitu kuat dan iklhlas untuk
menghadapinya,karena kau menganggap cintanya.dirinya adalah suatu anugrah dan
amanah untuk kau syukuri dan aku jaga sekuat semampu, karna aku menganggap dia
adalah kehormatanku,imamku sebagai seorang lelaki yang aku cintai. Itu adalah prinsipku
!!!
Tidak terasa hubungan kita semakin berjalan begitu
lama,dengan berbagai permasalah yang selalu datang secara terus- menerus.
Seiring dengan berjalanya waktu, kadang dia terlihat begitu romantis,peduli dan
sangat akrab,betapa bangganya senangya melihat hubungan yang harmonis,rukun
dengan pasangannya,walaupun perbedaan faham selalu datang,tapi aku mencoba
untuk mengalah karena aku tidak ingin merusak suasana indah bersamanya. Karena
aku percaya sekeras apapun dia, sejatinya
dia memiliki hati yang baik dan bijaksana, itu yang menjadi motivasi aku untuk
terus bertahan dalam kondisi sesulit apapun.sesekali dia memperlakukan dengan
begitu manis,membuatku tidak bisa berkata apa-apa,rasanya aku tidak ingin
melewati momen yang seperti itu bersamanya dan selamanya akan tetap
begitu.pasangan mana yang tidak menginginkan pasangannya berlaku baik padanya,memperlakukannya
seolah-olah kamu telah halal untuknya. Ya ALLAH…begitu beruntungnya jika aku mendapatkan pasangan yang baik dan
tidak jauh dari ajaranmu.aku selalu menginginkanya disaat aku merasa akan jatuh
dalam cinta yang sangat dalam.jika saat ini aku mampu untuk melepaskannya akan
aku lakukan,tetapi aku tidak memiiki keberanian untuk mengatakan hal semacam
itu padanya. Terkadang aku bingung sendiri harus berbuat apa untuk merubah
sikapnya dia, supaya aku dan keluargaku nyaman dan bisa terima dengan
kehadirannya untuk setiap waktu menjagaku dan selalu ada buatku dalam kondisi
apapun. Sudah berapa cara aku coba lakukan tapi tetap berujung sama tidak ada
hasilnya sama sekali. Seringkali aku berputus asa untuk mencoba dan berusaha,
tapi fikirkan utnuk yang kedapannya aku tidak mau mencintai orang dengan rasa
yang di baluti dengan kesedihan,tangisan setiap harinya. Kadang sempat aku
bertanya pada diriku sendiri,’ apa yang istimewa yang dia miliki sampai aku
harus mepertahankan dia lebuh lama dari yang aku mau..’?? itu adalah pertanyaan
yang belum aku bisa jawab sampai sekarang dan saat itu aku masih bernafas.
Semakin aku lari dari kehidupannya semakin aku ingin mendekatinya,semkain aku
berusaha untuk melupakannya semakin aku bisa mengingatnya setiap hari dan
dimanapun aku berada.seolah-olah dia sudah seperi racun yang terus merusak akal
sehatku suapaya aku merindukannya.bahkan aku tidak tahu darimana datangya cinta
luarbiasa yang aku berikan kepadanya. Aku merasa dia tidak begitu sebaliknya
terhadapku. Aku selalu mengeluah terhadap diriku sendiri,benci,kesal dan sangat
kecewa dengan diriku sendiri. Disamping aku membencinya aku juga menyayanginya,
tidak tau maunya hati ini seperti apa. Tidak jarang fikiran-fikiran bodoh
menganggu fikiran aku, tapi itu menjadi pondasi yang kuat untuk aku harus
melupakan dia selamanya dan sejauh-jauhnya. Inilah cinta,,cinta yang membuat
orang keliru akan setiap permainanya, tapi aku bukan orang yang lemah yang
harus kalah dengan permainan bodoh seperti ini, aku percya kalau setiap
permasalahan memiliki ujung walaupun sangat berat.
Setiap hari aku berjumpa dengannya dalam satu kegiatan
yang sama,dan aku sangat senang sekali, dia melihatku disertai senyuman,dia
menyapaku dengan salaman dan langsug menanyakan bagaimana keadaanku, huuuh
dengan bangga aku menjawab pertanyaannya dan menjabat tangannya aku merasa
begitu dekat.dia melihatku dengan penuh cinta dari pandangannya yang begitu
tajam.tetapi kemesraan itu tidak bertahan dengan lama pasti ujung-ujungnya
pasti ada masalah yang buat kita berdebat. Setelah jam 05.00 sore kegiatan
sudah selesai dan kita pulang bersamaan menuju rumah aku. Sesampainya di rumah
istirahat sejenak sembari menunggu waktu magrib tiba,kita
berbincang-bincang,lucu-lucuan sambil tertawa riang.suasana sangat bersahabat
dengan keluarga semua ngumpul.kecuali orang tuaku yang tidak ikut hadir disana
karena dia ada urusan penting,cukup kecewa tapi itu semua bisa di obati dengan
hadirnya yang membuat suasan semakin rukun.setelah waktu maghrib tiba kita
sholat berjamaah dengan tenang. Dalam sholat aku menangis melihat dia yang
rukun dengan keluargaku, aku berharap suasana seperti itu tidak hanya hari ini
saja tapi juga hari-hari lain juga tetap begitu. Setelah selsai waktunya makan
malam dengan keluarga termasuk dia juga ikut, aku rasa itu adalah momen yang
tepat untuk aku lebih mendekatkan dia dengan keluargaku.setelah semua selesai
dia berpamitan untuk pulang.sungguh malam yang penh dengan kebahgiaan bisa melihat
dia akur dengan keluarga sederhanaku.tidak henti-hentinya aku mengucapkan
syukur yang tak terhingga dari hatiku
yang paling tulus, dan aku tidak akan pernah melupakan malam bahagia itu.dan
aku menyempatkan diri untuk mengambil gambar bersamanya, foto-fotoan bersama di
taman rumah, kadanag aku tertawa sendiri jikalau aku mengingat saat-saat
bahagia dengannya,saat-saat aku manja dengan dririnya,subhanallah….sesuatu yang
sangat bersejarah disepanjang awal cerita cintaku selama ini. Aku berharap
suatu saat nanti tidak ada lagi perkelahian dan permasalah yang membuat
hubungan itu akan hancur dengan seketika, setelah berusaha untuk sabar untuk
mempertahankannya. Kata bosan tidak pernah aku ucapkan selama aku menjalani
hubungan itu,yang ada hanya perasaan,yanga ada hanya perasaan berbunga-bunga
untuk menjalani hariku dengannya , yaaaa begitulah adanya tentang perasaanku
yang sebenarnya !! dan pernah suatau hari aku di undang kerumahnya ada acara
syukuran,aku berangkat dengan sangat percya diri mengenakan baju yang sangat
sederhana ku persiapkan untuk bertemu
dengan kedua orang tuannya, bebrapa menit aku menunggunya untuk menjemputku
kerumah,sesampainya dia dirumahku, aku menyuruhnya untuk beristiraht sejenak
setelah berpejalanan jauh. Aku ajak dia tertawa senang-senang supaya rasa
capeknya cepat hilang,karena itu sebagai bentuk kepedulianku kepada dirinya.
Setelah beberapa kemudian kita mulai berencana untuk berangkat
kerumahnya,salaman dengan orangtua ku utnuk meminta ijin dari mereka . setelah
perjelanan jauh, dia mengatakan ,” apakah kamu mancintai aku dengan tulus.. “??
, dan aku jawab (dengan hati tenang) ,” yaaa kau mencintaimu dengan tulus , ada
apa bertanya seperti itu ,, ??, lalu dia menjawab dengan perlahan-lahan,” tidak
ada maksudku yang lain, aku hanya menanyakan perasaanmu terhadapku “ . hatiku
sudah mulai tidak karuan dengan pertanyaan yang tiba-tiba membuat ku sedikit
gugup. Tapi aku cuek saja aku menganggap dia hanya memastikan tentang hubungan
saya dan dia . setelah berpejalan jauh, dia baru ingat bahwa Hpnya ketinggalan
dirumah. Kita berhenti di pinggir jalan sembari berfikir sejenak , apakah balik
kerumah atau melanjutkan perjalanan ???
setelah lama berfikir,akhirnya dia memutuskan untuk melanjutkan
perjalanan. Tapi aku merasa ada yang aneh ketika itu, semenjak di mengingat
hpnya ketinggalan dia mulai bicara dengan agak sedikit gugup dan takut setiap
kali aku ajak dia bicara, beda dengan disaat dia belum mengingat hpnya.langsung
aku berfikir untuk menelfon orangtuaku supaya dia menyimpan Hp itu di kamarku.
Sesampainya disana aku melihat begitu banyak orang dan tentunya aku tidak
mengenali siapa mereka. Secara perlahan aku mulai di perkenalkan dengan
keluarganya dan aku sambut mereka dengan begitu terbuka, sedikit demi sedikit
rasa gugupku hilang dalam sekejap aku sudah mulai akrab dengan keluargya dalam
sehari bertemu.aku merasa sudah seperti keluarganya sendiri dan sudah lama
saling mengenal satu sama lain.cukup memebuat kau merasa nyaman setidaknya
tidak merasa asing utnuk berda dirumahnya.
Waktu terus berjalan,aku belum juga beranjak dari
rumahnya, aku tidak tahu kemana perginya ..?? aku terus mencari dari sudut
kesudut karena hari sudah semakin malam
aku khwatir orang tuaku cemas.dengan perasaan resah aku terus
mencarinya,setelah lama kemudian aku mendapatinya dengan seorang perempuan ,
tapi aku tidak langsung menghampirinya aku hanya melihat dari kejauhan.
Setelahnya aku memberanikan diri untuk mendekatinya , aku bertanya padanya,
“siapa dia ..” ?? ( dengan perasaan yang penuh curiga) lalu dia menajwab ,” dia bibik saya dek,
jangan ragukan aku, aku tidak bermain di belakangmu”. Aku masih tidak begitu
yakin dengannya tapi setidaknya hatiku sedikit agak lebih tenang dari
sebelumya, kemudian aku mengajak pergi dan mengantarku pulang. Ditengah
perjalanan aku masih memikirkna soal yang tadi, aku tidak mengeluarkan kata
sedikitpun begitu juga dengan dirinya,karena aku masih kesal dan masih belum
percaya dengan penjelasannya . tapi ya sudah aku hanya bersabar mengikuti
permainannya . sesampainya di rumah aku tidak melihatnya sama sekali , aku
turun dari motor dan langsung masuk tanpa mempersilahkan dia masuk karena masih
terbawa suasana tidak enak yang dia suguhkan dari rumahnya. Aku menyuruh ibuku
untuk memberinya dia Handphone,lalu
tidak lama kemudian dia pulang . tidak lama kemudian ibu memanggillku, ( aku
pergi menghampirinya ). Ibu mengatakan ,
“ nak apakah kamu yakin dengan lelaki itu ,,”??( dengan muka yang sangat
serius), aku menjawab ,” kenapa ibu tiba-tiba bertanya begitu, selama ini aku
tidak meragu sama ornag yang aku cinta buk,” aku mulai merasa takut seolah-lah
ada Sesuatu yang terjadi dan aku tidak tahu masalah apa itu .. ibu dia sejenak,
lalu mengambil nafas yang panjang untuk mengutarakan sesuatu padaku. Dengan
rasa penasaran aku terus tak henti-hentinya
bertanya. Kemudian ibu menjawab.” Naak , aku meragu dengan lelakimu, ibu
mempunyai firasat yang buruk tentang dia, sebenarnya dari awal ibu sudah tidak
setuju masalah hubunganmu dengan dia, tapi ibu selalu menyimpannya karena ibu
tidak ingin kamu sakit dan kecewa naak, ibu sudah mengumpulkan banyak
keberanian untuk mengutrakan ini padamu dan sekarang saat ibu harus katakana
sebelum kamu salah untuk melangkah terlalu jauh. Di tambah lagi dengan ibu
tidak sengaja mengangkat telfonnya dan ibu mendengar suara perempuan, ibu tidak
tahu nak apakah dia memiliki yang lain atau hanya teman biasa. Nak,, ibu tahu
mana yang terbaik buat kamu jadi ibu
ingin kamu memutskan untuk tidak berhubungan lagi sama dia..”!!!!! ( ibu mengungkapkan
itu dengan penuuh rasa). Aku langsung shock mendengar kalimat itu,aku tidak
tahu apa yang harus aku katakan untuk
membela dia depan orang tuaku.aku kehilangan akal disamping aku begitu sangat mencintai,tapi disisi lain
juga aku tidak ingin orang tuaku kecewa dan aku tidak ingin di katakan sebagai
anak yang durhaka.lalu apa yang harus aku lakukan dengan semua ini
…Tuhaaaaaaaan ???? aku tidak bisa mengambil keputusan dengan baik . dalam benak
ku berkata bahwa ini adalah awal putusnya hubunganku dengan dia, fikiran jelek
selalu mengahantui fikiranku. kehidupanku
kosong tanpa keindahannya. aku merasa sudah tidak memiliki hidup lagi,
hari-hari kulewati begitu menyakitkan. Apa aku tega memberitahukan dia tentang
hubungan kita yang tidak di restui ??? tapi sampai kapan aku harus
menyembunyikannya dari dia ?? itulah yang menjadi beban fikiran ku setiap
harinya.akhirnya aku memutusakn untuk menjalin hubungan tanpa sepengetahuan
orang tuaku, karena aku belum berani dan tidak tega untuk mengatakan yang sebenarnya
kepadanya . di samping itu aku menyusun rencana untuk aku tidak membawanya
kerumah lagi dan di depan orang tuaku aku tidak pernah menyebut nama dia dan
berkeluh kesah tentang dia, aku selalu menjaga setiap perkataanku, setiap kali
ia bertanya , “ bagaimana hubunganmu
dengan dia Naaak ,,?” ( dengan wajah yang ceria ) dan aku selalu menjawab “ aku sudah tidak berhubungan lagi buk..” ! (
dengan muka yang takut ) . aku terpaksa berkata yang tidak sebenarnya kalau aku
berhubungan dengan lelaki itu. memang aku akui
orang tuaku tidak merestui hubungan ku dengan dia karena maksudnya baik
dan lelaki itu sangat keras dan egois . mungkin itu salah satu alasan aku tidak
di ijinkan dengannya. tetapi di balik keegoisannya itu dia adalah
sosok yang penyayang,perhatian
. ketika aku membutuhkan
sesuatu dia tidak pernah menolak dia selalu membantu dengan sepenuh hati dangan ikhlas. semua apa yang aku
butuhkan, dia selalu penuhi tidak pernah menentang kemauanku sedikitpun. dari
hal kecil sampai dia rela di cemoohkan sama orang dia tidak pernah peduli asalkan ceweknya bahagia. Kebaikannya itulah yang tidak bisa kau lupakan
sampai saat ini aku masih hidup aku tetap memikirkan tentang dia walaupun hanya
sesaat di hatiku .
Pernah sesekali
dia bertanya, kenapa kamu selalu melarang aku utnuk kerumah mu ?? aku tidak
bisa menjawab pertanyaan itu , tapi aku selalu berusaha tenang dan mecari
alasan yang tepat dan dia selalu percaya. Sudah 2 bulan lamanya dia pernah
datang kerumah dan secara perlahan dia mulai curiga mulai dari bagaimana dia
mentapkku dengan sifat ku yang sudah mulai dingin padanya, tapi yaaaaa aku
berpura-pura untuk tidak
memperhatikannya. Aku berusaha untuk membahagiakan dia dengan upayaku sendiri.
Berusaha untuk buat dia tersenyum setiap hari dan setiap kali kita bertemu,
karena aku fikir dengan begitu secara perlahan-lahan aku akan melepaskan dia
untuk selamanya dan sengaja mencari kesalahan. hingga
pada suatu hari , dia
menginginkan Sesautu dariku aku menolaknya dia sangat marah, dia mengatakan aku tidak peduli dengannya lagi,dia mengatakan kalau
aku orang yang hanya mempermainkannya . dan lagi-lagi
dia mengancam dengan melakukan suatu
hal yang bodoh, aku meninggalkan dia
sendiri di jalanan dengan perasaan yang sangat kecewa aku berjalan pulang dan tidak
menghiraukan dia sama sekali . hatiku mengatakan mungkin ini adalah saat yang
tepat untuk harus bener-benar melepakannnya pergi dari hidupku . aku tidak
pernah menghubunginya selama satu minggu , memamng rasanya berat tapi mungkin
ini cara yang paling baik dan lebih cepat , walaupun pada akhirnya kita
sama-sama merasakan sakit dan merasa kehilangan
Hari – hari terus berganti , setiap malam aku gelisah
memikirkan dia yang tidak bersamaku lagi, kadang rasa sendiri selalu
menyelimuti hatiku tapi aku selalu mencari kedamaian bersama bayangannya di
wajahku . setelah tiga minggu lamanya aku tiak menguhubunginya , orang tuanya
menelfon bahwa dia mengalami kecelakaan . aku sangat terkejut
sekali mendengar berita itu, aku
ini merasa bersalah walaupun aku tau itu
bukan kesalahaku. Aku begitu
mencemaskannya perasaan mulai tidak tenag lagi, fikirn mulai kacau lagi ,
sepertinya masalah tidak pernah henti-hentinya datang secara bertubi-tubi. Aku
tidak tahu apa yang harus ku lakukan, apa aku harus kembali dengannya lagi ???
itu tidak akakn mungkin terjadi !! . sampai akhirnya aku membernikan diri untuk
mengunjungi dia melihat keadaanya di Rumah Sakit Selong tanggal
31.06.2013 pertemuanku dengannya . sesampainya aku disana suasana haru
menyelimuti perasaan ku rasa tak tega melihatnya terbaring lemah tak berdaya
dengan infuse di tangannya .tak henti-hentinya air
mataku keluar terus - menerus membasahi pipiku. Tapi pada saat itu aku berusaha
untuk menutupi kedatangan ku keluarganya tidak tahu dengan kedatanganku Karena
aku hanya melihatnya melalui jendela belakang. Setalah aku melihatnya aku
pulang dengan harapan semoga dia baik-baik saja dan tidak terjadi suatu hal
apapun lagi dengan dia . sesampinya aku di rumah aku memikirkan langkah apa
yang harus kau lakukan selanjutnya . tidak mungkin aku meninggalkan dia dengan
keadaanya yang tidak baik ,
bermacam-macam cara yang terlintas di fikiranku tapi semuanya tidak tepat.
Mungkin ini adalah petunjuk bahwa aku tidak cocok dengannya atau malah
sebaliknya aku tidak tahu !!??? yang
penting saat ini kesembuhan dia untuk menjalani hidupnya dengan baik lagi .
setiap harinya kau berusaha untuk datang mengontrol perkembangannya dan ini
pertama kalinya aku memberanikan diri untuk menunjukkan kedatangan ku di depan
keluarganya , sesmpainya aku disana keluarganya menyambut ku dengan penuh ceria
. aku aku juga membalas mereka dengan senyum terindah yang aku punya . ngobrol
dengan mereka cukup memakan waktu yang lama setelah itu aku masuk kekamaranya
aku melihat dia msih tertidur lelap, perlahan-lahan aku berjalan menghampiri
dirinya. Aku perhatikan wajahnya , aku perhatikan lukanya yang sakit, aku
rasakan suhu tubuhnya . tidak lama kemudian dia terbangun dan samar-samar
melihat wajahku , dia berkata , “ kau datang dek..” kanpa baru sekarang ,,??
Aku sakit karenamu ,kamu tahu itu ?? langsung aku menangis di depannya meminta
maaf dengan kesalahanku aku terus mengeluarkan kata maaf dari hatiku yang
paling dalam , rasanya tak tega mendengarkannya. karena aku diaterluka , karena
aku juga dia samppai sakit. Aku mencoba untuk membuat dia tenang dan
menjelaskan yang sebenarnya bahwa hungan kita tidak di restui . dia hanya diam
tidak mengeluarkan sedikit katapun setelah aku mengatakan itu.aku memberinya
penjelasan yang sejujurnya tentangnya yang orang tuaku tidak suka karena aku harus
mengatakannya apapun itu resikonya supaya setelah ini saya dan dia sama-sama
tenang. Dia begitu shock mendengar ceritaku,sesekali dia meneteskan air mata
dengan suaranya yang tersedak-sedak, nafas yang tak teratur aku bisa melihat
dari tatapanya yang tidak mau kehilanganku, tapi inilah adanya yang harus
dijalani bagaimanapun orangtuaku tetap tidak setuju aku berhubungan dengannya
lagi dan menginginkan aku untuk pisah. Dia mengatakan ,” kalau memang begitu
yang di inginkan orang tuamu dek, beri
aku waktu untuk bisa menerima, aku tahu selama ini aku keras terhadapmu, aku
tidak menghiarukanmu tapi bukan berarti aku tidak mencintaimu ,” !! begitulah
kata yang dia keluarkan, aku tidak berani untuk menjanjikannya hatiku lagi ,
aku tidak berani mengatakan kalau aku memberinya kesempatan yang kedua , aku
hanya menjawab , “ ka’ kita berpisah atau tidak itu adalah fitrah
kehidupan,jikalau Tuhan menginginkan kita untuk bersama maka kita akan bersua
kembali dalam ikatan cinta , tapi sekarang posisi ku sulit untuk memutuskan
yang terbaik buat kita dan juga yang terbaik buat orangtuaku, karena aku ingin
adil di antara kalian berdua ,,,,”.begitulah paparanku untuk berusaha
meyakinkan dia . setelah sekian lama aku berbicara denganya suasana agak cukup
mulai tenang, setelah itu aku menemaninya
sampai dia terlelap tidur kembali dan memakainya selimut tebal yang dulu
aku pernah berikan sebagai tanda cinta kepadanya. Aku mulai berpamitan untuk
pulang kepada keluarganya dan berjanji untuk kembali lagi besok kalau ada
waktu. Ini adalah yang benar-benar membuat ku kacau membuat ku kaku dengan setiap adegan yang ada. Seharian keluar
rasanya lelah,lesu,mulai menyerang badanku, kadang aku di rumah aku juga tidak
pernah tenang selalu memikirkan dia, dia, dia dan dia lagi, tidak pernah hilang
di dalam fikiranku,aku benar-benar menginginkan semuanya biar cepat selesai
supaya tidak ada kegaduhan lagi. Kepalaku sudah tidak bisa berfikir dengan
baik, HUUuuuh luarbiasa perjalanan cinta ini .
Sejenak aku rebahkan kepala ku di atas bantal yang
membuatku cukup merasa nyaman, aku mencoba untuk tidur,pejamkan mata dan
menghilanngkan semua masalah yang ada
karena keesokan harinya masih banyak masalah yang harus di selsaikan. Beberapa
lama kemudian Handphone berdering dan akupun terbangun, kau melihat dia
menelpon tapi aku tidak langsung mengngkatnya aku biarkan dia berdering karena
aku fikir semakin aku meladeninya maka aku akan semakin sulit melepaskannya,
aku takut perasaanku bertambah besar. Setelah tiga empat kali menelpon aku
tidak pernah mau mengangkatnya. Pada akhirnya dia kirim pesan ,” jangan siksa
saya secara perlahan, aku tahu aku salah sampai orangtuamu tidak menyukaiku,
tapi aku akan berusah untuk berubah
dengan sebaik mungkin untuk merebut hatinya dia lagi, beri aku kesempatan ,” !!
itulah isi pesannya yang penuh dengan penyesalan. Tapi bagaimanapun juga aku
tidak pernah membalasnya karena percuma orangtuaku akan tetap pada
pendiriannya, Semuanya sudah terlambat untuk disesali bagaimanapun akhirnya
nanti kita berdua harus tetap bisa menerimanya dengan sabar dan lapang dada.
Keesokan harinya, aku bersiap-siap untuk kembali kerumah sakit dengan pakaian
rapi,sembari aku di tunggu untuk sarapan bersama keluargaku.sempat ibu
melontarkan pertanyaan,” Naak kamu pergi kemana pagi-pagi begini “? ( dengan wajah yang curiga), terpaksa kau
bohong lagi aku tidak mengatakan yang sebenarnya dan aku juga tidak
memberitahukan orang tuaku kalau dia sedang sakit sekarang. Setelah selesai
sarapan aku berpaitan untuk pergi. Sekitar 20 menit aku sampai disana aku
menuju kamarnya,sesampainya aku disana ternyata ibunya bilang “kamu sudah di
tunggu dari sejak tadi cepat kamu datangi dia “. Setelah aku masuk dia
menyambutku dengan senyumnya yang sangat ramah kepadaku aku juga membalasnya
dengan begitu . aku tanyakan bagaimanna kabarnya, bagaimana perkembangan kesembuhannya
itu sebagai awal pembicaraan.berbicara panjang lebar tibalah pada intinya kalau
dia tidak akan melepaskan ku bagaimanapun caranya. Dia menjelaskan ku dengan katanya yang lembut
penuh cinta. Jujur aku sangat senang
mendengarnya aku merasa benar-benar di cintai sekarng tidak seperti yang dulu
dan semoga itu bukan hanya sedekar omongan yang hanya bersifat sementara. Tidak
lama kemudian dokter datang untuk mengecek perkembangannya setelah itu dia di
perbolehkan pulang saat itu juga . dengan sangat senang aku langsung mengemasi
barang-barangnya merapikan tempat tidurnya, yang terakhir aku mambasuhi mukanya
dia dengan handuk dan air hangat. Setelah semua telah siap aku menuntunnya
jalan ke mobil, dia menginginkan aku mendampinginya sampai rumah, tapi aku menolaknya
karena mungkin dengan dia sembuh aku tidak akn pernah bertemu dengan dia lagi meskipun aku sangat
begitu mencintainya. Dia tidak ingin melepaskan tanganku tetap saja keras
memaksa ku untuk ikut bersamanya , tapi aku terus saja menolak sampai akhirnya
aku berjanji untuk menemuinya lagi baru dia melepaskan tanganku . dan itu hanya
sekedar omonganku saja dan aku tidak menjamin bahwa aku akan menemuinya lagi .
Dua
minggu sudah lamanya aku sedikit merasa bisa melupakannya, aku melkukan
aktivitas ku dengan baik walaupun sesaat aku ngat tentang dirinya karena aku
sangat yakin kalau dia kan baik – baik saja walaupun tanpa kau disisnya
sekarang dan untuk selamanya . aku memanfaatkan waktu selama dua minggu untuk mancari
banyak hiburan, bermain bersama keluargaku,teman-temanku,adikku aku benar-benar
memanfaatkan waktu itu dengan aku senang-senang setelah berkeluh kesah dengan
masalah . tidak lama kemudian pada sore hari jam 05.00 ketika aku sedang
bersantai dengan keluargaku di teras depan aku kaget dengan kedatangan dia yang
secara tiba- tiba tanpa memberitahukan aku terlebih dahulu. Walaupun orang
tuaku tidak setuju dengannya tetap dia disambut dengan baik seperti biasa di
persilahkan masuk . sembari menunggu aku pergi ke dapur untuk buatkan dia
secangkir kopi jahe hangat dan kue bronis kesukaannya . setelah itu aku
menyakan keadaannya dia tidak menjawab, dia hanya membalas ku dengan pandangan
yang rupanya sangat marah, aku bertanya
lagi untuk yang kesekian kalinya dia tetap tidak menjawab hanya
melihatku saja tanpa berkedip sedkitpun . karena aku tidak suka di diamkan
seperti itu akirnya aku mencoba untuk membuat alasan bahwa aku sebentar lagi
mau keluar, baru saat itu dia angkat bicara . dia mengatakn, “aku memberanikan
diri untuk datang ,kehadiranku disini untuk bertemu dengan orang tuamu meminta
maaf langsung kepada mereka izinkan saya bertemu dengannya , kali ini say
benar-benar serius , ”” ! mendengar ucapannya yang begitu sepertinya dia sangat
tulus aku mencoba untuk tidak mngizinkannya bertemu dengan orang tuaku karena
aku ingin melihat bagaimana responnya dia ketika aku bersikap begitu. Apakah
dia akan sabar atau malah sebaliknya seperti dulu dia akan marah-marah ???? berbagai macam alasan dia kemukakan untuk
meyakinkan aku, tapi aku tetap pada pendirian untuk tidak mengizinkan dia
bertemu dengan orang tuaku . setelah lama kemudian ternyata dia belum bisa
berbubah, dia sangat marah !! aku hanya bisa menyaksikan kemarahannya lalu aku
pergi meninggalkannya tanpa aku mengeluarkan kata sedikitpun. Aku malu kepada
kedua orang tuaku yang tadinya dia berharap dia akan dengan baik dan mengakui
kesalahnnya . tak lama kemudian dia pergi tanpa pamit,setalah aku balik ke
runag tamu tempat dia duduk aku tidak mendapatinya disana dia sudah pergi
pulang. Tapi tidak ada sedikitpun kata salam yang ku dengar , hal ini semakin
menguatkan orang tuaku untuk tidak merestui
ku. Ya Allahhhh..bukakanlah pintu hatinya !!!
Semenjak
kejadian itu, rasanya aku sudah mantap untuk membiarkannya pergi menjauh dari
kehidupanku, tapi darimana aku harus memulai ?? aku mersakan dunia ini
terabalik, aku menginginkan dia menjadi pribadi yang penyabar bukan menjadi
orang keras kepala begitu. Berbagai macam fikiran merasuki kepalaku, aku merasa
jadi orang yang sangat bodoh setiap harinya, kehidupanku mulai suram dengan
perlahan. Setelah kejadian itu aku mengurung di kamar untuk berbicarapun aku
tidak bersemangat lagi.sampainya orang tua mulai khawatir dengan keadaanku dan
aku jatuh sakit selama 1 minggu lebih aku di rawat di rumah sakit . walaupun keadaanku begitu aku tidak aku
menyempatkan diri untuk berfikir jalan keluarnya seperti apa . kalau aku ingin
dia tetap bersamaku maka aku harus merubah sikapnya yang acuh tak acuh tapi itu
butuh waktu yang sangat lama dan tidak mudah , tapi jika aku melepaskannya aku
takut dia akan nekad melakukan hal yang bodoh karena dia tidak segan- segan
melukai dirinya . sungguh posisi yang sangat sulit untukku! Selama aku dirumah
sakit dia tidak pernah datang menjengukku ataupun kirim pesan bertanya tentang
keadaanku dia tidak pernah , apa mungkin dia juga akan melupakanku ???? setelah lama berfikir aku berencan jika aku
sembuh nanti aku harus berani untuk mengatakan bahwa aku tidak ingin bersamnya
lagi. rasanya sudah sangat lelah untuk di pertahankan dengan segala upayaku
selama ini itu sudah cukup untuk membuktikan bahwa aku mencintainya, itulah
alasanku kenapa aku mempertahankan hubungan itu . pada hari minggu aku di
izinkan untuk pulang karena kondisi sudah membaik, di temani saudaraku yang dia
juga tidk suka dengan lelakiku . sesampainya aku dirumah aku langsung
beristirahat sejenak sembari menunggu makan siang sudah jadi. Setelah siap
melihat semua keluarga berkumpul membuat nafsu makan ku bertambah, karena
sesulit apapun kondisiku asalkan mekeluarga ku rukun damai cukup manjadi
motivasi ku untuk mengahadapi semuanya .
Keesokan
harinya aku mulai melakukan rencana ku waktu dirumah sakit, pertama aku
menelponya terlebih dahulu,menyuruh dia untuk ketemu di tempat yang sangat
indah . setibanya disana aku mendapati dia yang sedang duduk beralaskan karpet
tenun. Perasaan tidak berani mulai datang mengahmpiri lagi karena wajahnya yang
ceria ketika dia melihatku, apakah aku tega untuk merusak senyum diwajahya
jikalau dia menengar perkataanku . seperti biasa aku mencoba untuk
berkomunikasi denga tenang sampai
akhirnya tiba di ujung pembicaraan. Aku menjelaskan sedetail mungkin samapai
satu jam lamanya aku berbicara dia hanya menunduk sambil menangis. Ya ALLAAAH
betapa berdosanya aku ! meluapkan segala amarahku tentang dia yang aku tidak
suka .dengan tiba-tiba memegaang erat tanganku seolah-olah dia tidak ingin
melepaskanku,dadaku rasanya sangat tesedak-sedak begitu menyesalnya dia atas
apa yang telah dia lakukan, dan atas sikapnya yang seperti anak kecil. Walaupun
begitu aku tidak mengurungkan niat ku untuk melakukan rencana itu, beribu-ribu
kali dia melanturkan kata maaf tetap saja aku tidak bisa walaupun disisi lain
aku sangat menginginkannya dan mencintainya tapi apa mau di kata orang tua ikut
campur dalam hubungan kita dan tak merestui hubungan kita . kalau saja sedikit
dia sedikit bisa merubah diri mungkin orang tuaku akan bisa terbuka dan bisa
menerimanya dengan hati terbuka, karena dia yang memulai maka inilah akhir dari
hubungan kita selama dua tahun lamanya. Ya ALLAH kenapa harus berakhir dengan
keadaan yang buruk seperti ini ?????
Hampir
satu jam lamanya kita bersama-sama untuk mengakhiri hubungan. Semenjak itu aku
perhatikan matanya yang tidak henti-hentinya mengeluarkan air mata membasahi
wajahnya yang begitu polos,,ingin sekali aku menghapuskannya dan berkata “ aku
mencintaimu “ tapi aku selalu tahan karena mungkin ini yang terkahir kalinya
dia akan brtemu denganku dan meneskan air mata karena ku . berkali-kali dia
mengatakan “ Dek, apa setega ini orang tuamu?,apa sejahat kedua orang tuamu
dengan hubungan kita ?, aku tidak bisa dek. Tolooooong jangan kau ikuti nafsumu
sudah susah payah aku pertahankan aku tidak mau berakhir dengan sia-sia begini
.” bgeitulah ungkapkan dia disaat dia menyesal .sepertinya dia sangat tulus
ingin berubah dan meminta maaf , rasanya aku ingin memberikan dia kesempatan
agar aku bisa bersamanya lag, tapi bagaimana dengan orang tuaku ?? apakah dia
akan setuju ??? Atauuuu ??? . ini sungguh sangat menyakitkan bagiku. Bagaimana
jadinya aku nanti ketika aku tidak bersamanya lagi ?? tapi ini demi kebaikan
aku dan dia untuk sama-sama mencari yang paling baik dari yang terbaik .
Setelah aku memberikannya penjelasan yang tepat dan
tetap pada pendirianku, seketika dia terdiam dan memandangku dengan tatapan
kosong, aku sangat takut sekali , aku takut dia akan melakukan hal-hal yang
bodoh lagi seperti dulu yang dai lakukan . dan perlahan dia bicara “ dek,
baiklah jika dihatimu sudah tidak menginginkan ku lagi,jika kamu ingin untuk
tidak mempertahankanhubungn ini lagi, mungkin ini akan terkahir kali kamu akan
melihat saya jangan menyesal dan jangan mecariku lagi untuk meminta cintaku
kembali padamu. Aku bukan pengemis dek, tapi aku begini karena aku mencintaimu
tapi kamu tidak mengerti itu sekarang jalani hidupmu dengan baik “. Medengar kata
itu aku lantas tak berdaya dan takut jikalau aku kehilangan dia . aku tidak
mengerti dengan hatiku sendiri dan kemauanku sendiri. Aku membalasnya dengan
berkali-kali mengucapkan kata maaf dengan sangan tulus padanya . setelah itu
beranjak untuk pulang mengambil keras jaketnya yang aku pegang dan berjalan
pulang tanpa dia menoleh sedikitpun dan membiarkan aku sendiri disana . badan
ku mulai merasa lemas aku tak mengerti dengan apa yang telah aku lakukan ,
apakah aku wanita munafik ?? itulah yang aku rasakan telah mensiasiakan orang
yang begitu sangat mencintaku,orang yang begitu peduli padaku,orang yang begitu
menyayangiku sekrang dia telah jauh meninggalkanku dan mungkin aku tidak akan
bertemu dengannya lagi untuk yang kesekian kalinya. Aku duduk merenung di kursi
berwarna putih yang di kelilingi oleh bunga yang sedang mekar. Aku berfikir
sejenak agar aku bisa menghilangkan namanya
dan cintanya dalam hidupku. Mau tidak mau ini adalah resiko yang haru aku ambil
dan aku jadikan sejarah yang paling berharga dalam hidupku .
Setelah
dua minggu lamanya aku menjalani hidup tanpa kehadirannya rasanya begitu tidak
lengkap dan terasa hambar. Apakah dia merasakan seperti apa yang aku rasakan
??? entahlah aku tidak tau, mungkin dia sedang menikmati rasa bencinya kepadaku
atau dia sedang bahagia dengan pasangannya yang baru . dalam jangka waktu yang
sekian lama, aku masih tetap memikirkannya setiap waktu bahkan aku menunggu
telfon dan pesan dari dia . mungkin ini adalah karma yang harus aku tanggung
karena aku sudah mensiasiakn dia, tapi ya udahlah ini adalah jalan yang terbaik
yang harus aku tempuh dan mungkin dia bukan yang terbaik untuk saya . seiring
berjalannya waktu mungkin aku sudah mulai terbiasa tanpa dia sehingga aku tidak
terlalu banyak meluangkan waktuku untuk memikirkan dia , segala aktivitas aku
kerjakan dengan baik dan aku mengingat dirinya ,mungkin dia juga sedang bahagia
seperti aku . pernah sekali aku
jalan-jalan pagi bersama orang tuaku di taman kota selong menikmati udara yang sangat
segar menyambut senyum pagi ku yang penuh dengan kebahagiaan tanpa masalah
lagi.aku berjalan-jalan melihat pemandangan yang sangat bagus di tambah dengan
kecantikan buka yang baru mekar seolah-olah meringankan langkah kaki dan
menghilangkan rasa lelah penat di badan. Seketika itu juga aku jalan melalui
alun-alun taman dengan tidak sengaja aku melihatnya duduk dengan gadis lain,
tapi aku tidak yakin kalau itu dia. karena rasa penasaranku aku terus
mendekatinya perlahan dari kejauhan . ternyata ???? hatiku sakit ketika melihat
itu ternyata benar itu adalah dia yang sedang duduk manis dengan seorang
perempuan, dan mungki itu adalah pasangannya yang baru. Karena aku tidak ingin
terlihat sedih di hadapan orang tuaku, aku pura-pura tegar dan tidak melihat
dia , seolah-olah tidak terjadi Sesuatu !
Setelah
aku tahu dia sudah memiliki yang lain, aku langsung pulang dengan perasaan dan
batin yang angat sakit yang aku rasakan. Aku tidak mau terlalu lama tepuruk
dalam yang sama dan itu-itu saja. Sekarang aku biarkan dia untuk menikmati saat
bahagia bersama pasangannya yang baru dan aku tidak pantas untuk sakit lagi
karena aku fikir aku sama seperti dia. spertinya itu lebih baik yang harus aku
lakukan.!!!!! Bahkan tidak jarang aku melihatnya setiap kali aku keluar secara
tidak sengaja aku melihatnya kadang di tempat perbelanjaan atau pernah juga di
pinggir jalan dekat kantor tempat dia kerja. Sebenarnya aku tidak ingin
melihatnya lagi karena aku tidak ingin mengingat masa-masku bersamnya dulu.
Semakin aku sering melihatnya aku takut untuk terlalu sering memikirkannya
lagi, karena perasaanku perlahan-lahan sudah semakin memudar dengan sendirinya yaaaa
begitulah permainan dunia tentang cinta remaja yang penuh dengan cerita dan
realita yang sering kali membuat dirinya bodoh dengan masalah itu sendiri.
Terkadang orang mearasan cinta begitu manis untuk harus di pahitkan,kadang ada
jyga yang mengatakan bahwa cinta hanay akan manis pada saat kamu bersamanya .
dan apa yang terjadi disaat kamu putus sekarang ini??? Kata benci mulai timbul
dan tidak saling menghiraukan. Itulah yang terjadi di dunia remaja seperti aku
dulu dan sekarang sudah beranjak dewasa tentu di sertai dengan pola fikir yang
semakin dewasa juga .
Ternyata
tidak terasa semua sudah aku lewati dengan baik dengan usaha,upaya dan
kesabaranku selama ini membawa ku ke dunia yang baru dan tentunya dengan
pribadi yang baru juga.hampir satu bulan
aku tidak pernah menghiraukan dia lagi palagi untuk menyebut namanya tidak
pernah sekali terlintas dalam benakku. Keluarga juga rukun dengan setiap
harinya, dan aku secara perlahan mulai membuka hati bagi yang lain.
Alhamdullillah dengan cepat Tuhan memberikan aku seorang hambanya yang begitu bijaksannya,begitu
baik ,ramah dan yang paling penting terbuka,sopan dengan keluarga. aku mencoba
untuk memperkenalkan dia dengan orang tuaku dan ternyata mereka sangat
menyukainya dengan satu kali pertemuan. Ya Allah betapa lega rasanya melihat
mereka sangat akrab dan begitu akur. Hari-hari ku menjadi begitu menyenangkan
dan berwarna karena sudah ada yang mewarnainya dalam hidupku . yang paling
penting adalah dia adalah hamba ALLAH yang tidak jauh dari agama. Orang yang
seperti itu aku yakin bisa mengajarkan tentang agama yang lebih jauh lagi.
Satu tahun
lamannya sudah hubungan yang mulai ku bina.di siang hari ketika surya membelai
bumi aku. Aku duduk di taman rumah, tiba-tiba datang seorang lelaki menggunakan
baju yang sangat rapi dengan warna coklat, aku di berinya sebuah undangan
sampul berwarna merah. Aku tidak tahu itu ??? tapi aku melihatnya seperti
undangan pernikahan, aku mulai buka dan membaca. Ternyata ada nama dia mantanku
yang dulu akan menikah dengan gadis yang aku lihat sewaktu di taman. Aku samput
tak percaya dan terkejut melihat itu, aku baca lagi dengan teliti. Dan hari
pernikahannya tepat di hari jadinya aku dengan pasangan ku yang baru . apakah
ini di sengaja atau hanya kebetulan saja? Aku sempat tidak menyangka ini akan
terjadi dengan begitu lurus seperti di rekayasa . Subhanallah apa maksud dari
semua ini ???? di samping aku cukup
sedih aku juga sangat bahagia karena sudah siap menjadi imam dalam rumah
tangga. Dengan segera aku beritahu keluarga dan pasangan baru ku mereka kaget
dan mengucapkan alhamdullah ya ALLAH.
Tepat di hari pernikahannya aku datang dengan bangga
dan sangat bahagia bersama kekasihku
berpakain rapi menggunakan batik yang
sama, tentunya terlihat pasangan yang anggun dan serasi sekali.sesampainya aku
disana yaaaaa cukup deg degkan juga ketemu mantan yang mengukir banyaak sejarah
denganku pasti agak nervous setelah lama tidak bertemu. Aku jumpai banyak orang
terutama orang tuanya yang sudah akrab denganku secara tiba-tiba dia langsung
memelukku dan berkata “ terimakasih nak sudah datang,dan terimaksih untuk
mengajarkan yang baik pada anak saya, sekarang saya melihatnya cukup dewasa dan
bijaksana “. Mendengar perkataanya yang begitu aku sangat senang ternyata tidak
sia-sia usahaku selama ini untuk merubah dia menjadi lebih baik, dengan
rintangan yang sangat banyak sekali. Setelah itu aku di persilahkan masuk dan
mengambil makanan, dan saat aku masuk aku langsung melihatnya dengan pakaian
pengantinnya yang sangat cocok di badannya dengan pengantin wanita yang begitu
cantik mereka terlihat sangat cocok sekali. Tidak lama dia (pengantin pria)
melihatku dan langsung memanggil ku. Disitulah aku perkenalkan kekasih hatiku
dia juga memperkenalkan istrinya dengan senyuman manis yang dia miliki. Aku
sudah merasa puas dengan semuanya, yang paling penting tidak ada permusuhan di
antara aku dan dia . kita akan menjadi sahabat, sahabat yang akan selalu ada
sampai kapanpun. Setelah selsai tamu sudah pulang tinggal kami berempat yang
ada di ruangan itu . dengan suasana ria aku berfoto bersama layaknya keluarga
besar saking begitu akrabnya dengan mereka . lalu aku memyampaian terimakasi
pada dia yang sudah mengajarkan banyak hal. Berawal dari kesulitan dan akhirnya
bahagia . sungguh rencana Tuhan tidak tertandingi oleh manusia dan akan
memberikan mana yang terbaik buat hambanya . dengan kejadian ini aku mengambil
hikmah , bahwa “ kejujuran dan keberanian menajdi modal untuk melakukan
sesuatu” di samping itu banyak brihtiar, bertawakal kepadanya. Karena hanya
kapada Tuhanmu lah, pelindung yang setia disaat kamu merasa sulit.
Inilah kisah cerita cintaku yang berujung bahagia
dengan penuh rasa syukur yang tak
terhingga dengan banyak pengalaman yang bisa saya ambil dari sepanjang sejarah
hidupku dengan dirinya . intinya jangan takut dan ragu untuk melakukan apapun yang kamu anggap benar.
Yakinlah Tuhanmu tidak pernah tidur yang akan selalu setia menjagamu dan
membantumu kapanpun . saya ucapakan banyak terimakasi sudah setia untuk membaca
semoga cerita ini menjadi motivasi bagi anda untuk terus menjalani hidup dengan
baik .
_ Happy Ending _