Sabtu, 05 Desember 2015

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)
STANDAR KOMPETENSI (SK) DAN KOMPETENSI DASAR (KD)
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI)

A.   Latar Belakang


Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran bahasa diharapkan membantu peserta didik mengenal dirinya, budayanya, dan budaya orang lain, mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut, dan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan imaginatif yang ada dalam dirinya.

Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia.

Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, keterampilan berbahasa, dan sikap positif terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Standar kompetensi ini merupakan dasar bagi peserta didik  untuk memahami dan merespon situasi lokal, regional, nasional, dan global. 

Dengan  standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia ini diharapkan:
1.      peserta didik dapat mengembangkan potensinya sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, dan minatnya, serta dapat menumbuhkan penghargaan terhadap hasil karya kesastraan dan hasil intelektual bangsa sendiri;
2.      guru dapat memusatkan perhatian kepada pengembangan kompetensi bahasa peserta didik dengan menyediakan berbagai kegiatan berbahasa dan sumber belajar;
3.      guru lebih mandiri dan leluasa dalam menentukan bahan ajar kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah dan kemampuan peserta didiknya;
4.      orang tua dan masyarakat dapat secara aktif terlibat dalam pelaksanaan program kebahasaan daan kesastraan di sekolah;
5.      sekolah dapat menyusun program pendidikan tentang kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan keadaan peserta didik dan sumber belajar yang tersedia;
6.      daerah dapat menentukan bahan dan sumber belajar kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi dan kekhasan daerah dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional.

B.       Tujuan

Mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.

1.        Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis
2.        Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara
3.        Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan
4.        Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan  intelektual, serta kematangan emosional dan sosial
5.        Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa
6.        Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.

C.      Ruang Lingkup

Ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia mencakup komponen kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra yang meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
1.                                Mendengarkan
2.                                Berbicara
3.                                Membaca
4.                                Menulis.

Pada akhir pendidikan di SD/MI, peserta didik telah membaca sekurang-kurangnya sembilan buku sastra dan nonsastra.














D. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

Kelas IV, Semester 1

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Mendengarkan
1.        Mendengarkan penjelasan tentang petunjuk denah dan simbol daerah/lambang korps 


1.1 Membuat gambar/denah berdasarkan penjelasan yang didengar
1.2 Menjelaskan kembali secara lisan atau tulis penjelasan tentang simbol daerah/lambang korps
Berbicara
2.        Mendeskripsikan secara lisan tempat sesuai denah dan petunjuk penggunaan suatu alat

2.1   Mendeskripsikan tempat sesuai dengan denah atau gambar dengan kalimat yang runtut
2.2   Menjelaskan petunjuk penggunaan  suatu alat dengan bahasa yang baik dan benar
Membaca
3.        Memahami teks agak panjang (150-200 kata), petunjuk pemakaian, makna kata dalam kamus/ensiklopedi

3.1   Menemukan pikiran pokok teks agak panjang (150-200 kata) dengan cara membaca sekilas
3.2  Melakukan sesuatu berdasarkan petunjuk pemakaian yang dibaca
3.3   Menemukan makna dan informasi  secara  tepat dalam kamus/ensiklopedi   melalui membaca  memindai
Menulis
4.        Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi secara tertulis dalam bentuk percakapan,  petunjuk, cerita, dan surat


4.1   Melengkapi percakapan yang belum selesai dengan memperhatikan penggunaan ejaan (tanda titik dua, dan tanda petik)
4.2   Menulis petunjuk untuk melakukan sesuatu atau penjelasan tentang cara membuat sesuatu
4.3   Melengkapi bagian cerita yang hilang (rumpang) dengan menggunakan kata/kalimat yang tepat  sehingga menjadi cerita yang padu
4.4   Menulis surat untuk teman sebaya tentang pengalaman atau cita-cita dengan bahasa yang baik dan benar  dan memperhatikan penggunaan ejaan (huruf besar, tanda titik, tanda koma, dll.)



      Kelas IV, Semester 2

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Mendengarkan
5.      Mendengarkan pengumuman dan pembacaan pantun  

5.1     Menyampaikan kembali isi  pengumuman yang dibacakan
5.2     Menirukan pembacaan pantun anak   dengan lafal dan intonasi yang tepat  
Berbicara
6.        Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi  dengan berbalas pantun  dan bertelepon

6.1     Berbalas pantun dengan lafal dan intonasi yang tepat
6.2     Menyampaikan pesan yang diterima melalui telepon sesuai dengan isi pesan
  
Membaca
7.        Memahami teks melalui membaca intensif, membaca nyaring, dan membaca pantun

7.1     Menemukan kalimat utama  pada tiap paragraf melalui membaca intensif    

7.2     Membaca nyaring suatu pengumuman dengan lafal dan intonasi yang tepat

7.3     Membaca pantun anak  secara berbalasan dengan lafal dan intonasi yang tepat
Menulis
8.        Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi  secara tertulis dalam bentuk  karangan, pengumuman, dan pantun anak


8.1     Menyusun  karangan tentang berbagai topik sederhana dengan memperhatikan penggunaan ejaan (huruf besar, tanda titik, tanda koma, dll.)
8.2     Menulis pengumuman dengan bahasa yang baik dan benar serta memperhatikan penggunaan ejaan
8.3     Membuat pantun anak yang menarik tentang berbagai tema (persahabatan, ketekunan, kepatuhan, dll.) sesuai dengan ciri-ciri pantun






Kelas V, Semester 1

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Mendengarkan
1.        Memahami  penjelasan narasumber dan cerita rakyat  secara lisan

1.1  Menanggapi penjelasan narasumber  (petani, pedagang, nelayan, karyawan, dll.) dengan memperhatikan santun berbahasa
1.2  Mengidentifikasi unsur cerita tentang cerita rakyat yang didengarnya
Berbicara
2.        Mengungkapkan pikiran, pendapat, perasaan, fakta  secara lisan dengan menanggapi suatu persoalan,  menceritakan hasil pengamatan, atau berwawancara  


2.1     Menanggapi  suatu persoalan atau peristiwa dan memberikan saran pemecahannya  dengan memperhatikan pilihan kata dan santun berbahasa
2.2 Menceritakan   hasil pengamatan/kunjungan  dengan bahasa runtut, baik, dan benar   
2.3     Berwawancara sederhana dengan narasumber  (petani, pedagang, nelayan, karyawan, dll.) dengan memperhatikan pilihan kata dan santun berbahasa 
Membaca
3.        Memahami teks dengan membaca teks percakapan, membaca cepat 75 kata/menit, dan membaca puisi

3.1     Membaca  teks percakapan dengan lafal dan intonasi yang tepat
3.2     Menemukan gagasan utama suatu teks yang dibaca dengan kecepatan 75 kata  per menit  
3.3     Membaca  puisi dengan lafal dan intonasi yang tepat 
Menulis
4.        Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi, dan pengalaman secara tertulis dalam  bentuk karangan,  surat undangan, dan dialog tertulis

4.1     Menulis karangan berdasarkan pengalaman dengan memperhatikan  pilihan kata dan penggunaan ejaan
4.2     Menulis surat undangan (ulang tahun, acara agama, kegiatan sekolah, kenaikan kelas, dll.) dengan kalimat efektif dan memperhatikan penggunaan ejaan
4.3     Menulis dialog sederhana antara dua atau tiga  tokoh dengan memperhatikan isi serta perannya






Kelas V, Semester  2

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Mendengarkan
5.        Memahami cerita tentang suatu peristiwa dan cerita pendek anak yang disampaikan secara lisan


5.1     Menanggapi cerita tentang  peristiwa yang terjadi di sekitar yang  disampaikan secara lisan
5.2  Mengidentifikasi unsur cerita (tokoh, tema, latar, amanat)    
Berbicara
6.        Mengungkapkan pikiran dan perasaan  secara lisan dalam diskusi dan bermain drama

6.1     Mengomentari  persoalan faktual disertai alasan yang mendukung dengan memperhatikan pilihan kata dan santun berbahasa
6.2     Memerankan tokoh drama dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat
Membaca
7.        Memahami teks dengan membaca sekilas, membaca memindai, dan membaca cerita anak

7.1     Membandingkan isi  dua teks yang dibaca dengan membaca sekilas  
7.2     Menemukan informasi secara cepat dari berbagai teks khusus (buku petunjuk telepon, jadwal perjalanan, daftar susunan acara, daftar menu, dll.) yang dilakukan melalui membaca memindai  
7.3     Menyimpulkan isi cerita anak dalam beberapa kalimat
Menulis
8.        Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi, dan fakta secara tertulis dalam bentuk ringkasan, laporan, dan  puisi bebas

8.1     Meringkas isi buku  yang dipilih sendiri  dengan memperhatikan penggunaan ejaan
8.2     Menulis laporan pengamatan atau kunjungan berdasarkan tahapan (catatan, konsep awal, perbaikan, final) dengan memperhatikan penggunaan ejaan 
8.3     Menulis puisi bebas dengan pilihan kata yang tepat








Kelas VI, Semester 1

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Mendengarkan
1.   Memahami teks dan cerita anak yang dibacakan

1.1  Menulis hal-hal penting/pokok dari suatu teks yang dibacakan   
1.2     Mengidentifikasi tokoh, watak , latar, tema atau amanat dari cerita anak yang dibacakan
Berbicara
2.   Memberikan informasi dan tanggapan secara lisan  

2.1     Menyampaikan  pesan/informasi yang diperoleh dari berbagai media  dengan bahasa yang runtut, baik dan benar
  2.2   Menanggapi (mengkritik/memuji)  sesuatu hal disertai alasan dengan menggunakan bahasa yang santun

Membaca
3.    Memahami teks dengan membaca intensif dan membaca sekilas  

3.1     Mendeskripsikan isi dan teknik penyajian suatu laporan hasil pengamatan/kunjungan   
3.2     Menanggapi informasi dari kolom/rubrik  khusus (majalah anak, koran, dll.)     
Menulis
4.   Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi secara tertulis dalam bentuk formulir, ringkasan, dialog, dan parafrase

4.1  Mengisi formulir (pendaftaran, kartu anggota, wesel pos, kartu pos,  daftar riwayat hidup, dll.) dengan benar
4.2     Membuat ringkasan dari teks yang dibaca atau yang didengar
4.3     Menyusun percakapan tentang berbagai topik dengan memperhatikan penggunaan ejaan
4.4     Mengubah puisi ke dalam bentuk prosa dengan tetap memperhatikan makna puisi







      Kelas  VI, Semester 2

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Mendengarkan
5.   Memahami wacana lisan tentang berita  dan drama pendek 

5.1     Menyimpulkan  isi berita yang didengar dari televisi atau radio  
5.2     Menceritakan isi  drama pendek yang disampaikan secara lisan
Berbicara
6.   Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi  dengan berpidato, melaporkan isi buku, dan baca puisi 

6.1  Berpidato atau presentasi untuk berbagai keperluan (acara perpisahan, perayaan ulang tahun, dll.) dengan  lafal, intonasi, dan sikap  yang tepat
6.2     Melaporkan isi  buku  yang dibaca (judul, pengarang, jumlah halaman, dan isi) dengan kalimat yang runtut
6.3     Membacakan puisi  karya sendiri  dengan ekspresi yang tepat  
Membaca
7.    Memahami teks dengan   membaca intensif dan membaca teks drama

7.1     Menemukan makna tersirat suatu teks melalui membaca intensif  
7.2     Mengidentifikasi berbagai unsur  (tokoh, sifat, latar, tema, jalan cerita, dan amanat) dari  teks drama anak  
Menulis
8.   Mengungkapkan pikiran dan informasi  secara tertulis dalam bentuk  naskah pidato dan surat resmi

8.1     Menyusun naskah pidato/sambutan (perpisahan, ulang tahun, perayaan sekolah, dll.)  dengan bahasa yang baik dan benar, serta  memperhatikan penggunaan ejaan
8.2     Menulis surat resmi dengan memperhatikan pilihan kata sesuai dengan orang yang dituju


E.  Arah Pengembangan

Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian.

Jumat, 04 Desember 2015

CINTA TAK DI RESTUI



Reality Story
Cinta Tak di Restui


Penulis
Fithria Ulfani Yuliatin







Di Terbitkan Tanggal 05 Desember 2015

Inil adalah sepenggal  kisah cerita tentang dua insan yang saling mencintai  walaupun dengan perbedaan umur yang sangat jauh, tetapi itu bukan masalah bagi keduanya untuk menjalin hubungan,tetapi disamping itu orang tua ikut campur dalam hubungan itu.Suatu hari  aku ketemu dia  disebuah Desa yang dinamakan Desa Semoyang,disana dia  ada pekerjaan, dengan kebetulan pria itu juga mempunyai maksud dan tujuan yang sama dengan aku, akhirnya kami berdua berangkat bersama .Dalam perjalanan mereka saling memperkenalkan diri , sampai akhirnya pria itu bertanya lebih jauh tentang kehidupan saya dan  pasangan hidup saya. . Karena pria tu sudah mengetahui bahwa saya itu belum memiliki kekasih, menurut dia itu kesempatan yang sangat besar untuk merebut hati saya  dengan sangat cepat .tidak lama kemudian kita menjalin hubungan yang serius dan menjadi sepasang kekasih. .         Ketika sudah lama Saling mengenal, tentu kita sudah mengenal karakteristik masing-masing,Setiap hari kita selalu bercanda kerap kali ketemu, dengan wajahnya yang begitu polos, sederhana dan kami berdua menikamti setiap momen bersamanya.kerap kali di hatiku selalu berharap untuk dia jadi milikku selamanya,karna aku sangat menginginkannya dan setiap waktu aku merindukannya. Bahkan tak sungkan-sungkan aku memperkenalkan dia kepada kedua orangtua ku,sebagai bukti keseriusanku terhadapanya.dan dia sangat disambut oleh keluargaku  dengan begitu ramahnya dan santunnya. Tetapi saat itu saya sangat kecewa dengan sikapnya yang acuh tak acuh terhadap orang tua saya dan yang membuat kau sangat malu untuk membawanya untuk yang kedua kalinya. di samping itu aku berusaha meyakinkan orang tuaku bahwa dia orang baik tidak sperti yang difikirkan. Aku selalu menjaga nama baiknya di depan keluargaku, dan tidak pernah kejelekan di depannya. Aku selalu jalani hari demi hari terus berjalan dengan penuh kasih,sayang dan kemesraan yang terjalin di atara kami berdua. Sampai di 2 (dua) tahun lamanya hubungan kita, aku merasa tidak nyaman dengan hubungan itu,karena sikapnya egois  dari dia, tetapi aku mencoba untuk mempertahankan hubungan itu dengan penuh kesabaran,aku selalu mengatakan terhadap diri saya sendiri bahwa “ ini adalah cobaan awal yang di berikan tuhan dalam hubungan saya “.Tetapi tidak pernah ada pengertian yang aku dapatkan, semuanya telah berubah menjadi dingin. Ada apa ini ?’pertanyaanku dalam hati ‘. jika aku menolak keinginnnya,                           dia pasti sangat marah, sampai aku mengancam untuk melakukan hal-hal yang menantang,gila.bodoh,itu yang mambuat aku begitu tertekan dengan sikapnya aku yang keras kepala seperti itu.kadang ada kala dimana aku harus menghadapinya dengan sendiri,setiap permasalahan yang timbul,aku hanya bias bersabar dan menjalani itu semua dengan kasih sayangku terhadapnya. Dia tidak pernah mengerti betapa sakitnya aku karna dia.
semakin hari berjalannya waktu,rasa cintaku kepadanya tidak pernah berkurang sedikitpun,yaaaaa itulah Aku !!. aku yang hatinya terluka karena cinta,aku yang menyayangi dia dengan kesabaran , tapi kenapa kesabaran itu yang membuat aku semakin  sakit ..??? di depanya aku selalu tersenyum,tertawa untuk menutupi kesedihanku yang amat dalam dan sangat sakit.tapi di samping itu aku sangat bersyukur, diberikan hati yang begitu kuat dan iklhlas untuk menghadapinya,karena kau menganggap cintanya.dirinya adalah suatu anugrah dan amanah untuk kau syukuri dan aku jaga sekuat semampu, karna aku menganggap dia adalah kehormatanku,imamku sebagai seorang lelaki yang aku cintai. Itu adalah prinsipku !!!
Tidak terasa hubungan kita semakin berjalan begitu lama,dengan berbagai permasalah yang selalu datang secara terus- menerus. Seiring dengan berjalanya waktu, kadang dia terlihat begitu romantis,peduli dan sangat akrab,betapa bangganya senangya melihat hubungan yang harmonis,rukun dengan pasangannya,walaupun perbedaan faham selalu datang,tapi aku mencoba untuk mengalah karena aku tidak ingin merusak suasana indah bersamanya. Karena aku percaya sekeras  apapun dia, sejatinya dia memiliki hati yang baik dan bijaksana, itu yang menjadi motivasi aku untuk terus bertahan dalam kondisi sesulit apapun.sesekali dia memperlakukan dengan begitu manis,membuatku tidak bisa berkata apa-apa,rasanya aku tidak ingin melewati momen yang seperti itu bersamanya dan selamanya akan tetap begitu.pasangan mana yang tidak menginginkan pasangannya berlaku baik padanya,memperlakukannya seolah-olah kamu telah halal untuknya. Ya ALLAH…begitu beruntungnya  jika aku mendapatkan pasangan yang baik dan tidak jauh dari ajaranmu.aku selalu menginginkanya disaat aku merasa akan jatuh dalam cinta yang sangat dalam.jika saat ini aku mampu untuk melepaskannya akan aku lakukan,tetapi aku tidak memiiki keberanian untuk mengatakan hal semacam itu padanya. Terkadang aku bingung sendiri harus berbuat apa untuk merubah sikapnya dia, supaya aku dan keluargaku nyaman dan bisa terima dengan kehadirannya untuk setiap waktu menjagaku dan selalu ada buatku dalam kondisi apapun. Sudah berapa cara aku coba lakukan tapi tetap berujung sama tidak ada hasilnya sama sekali. Seringkali aku berputus asa untuk mencoba dan berusaha, tapi fikirkan utnuk yang kedapannya aku tidak mau mencintai orang dengan rasa yang di baluti dengan kesedihan,tangisan setiap harinya. Kadang sempat aku bertanya pada diriku sendiri,’ apa yang istimewa yang dia miliki sampai aku harus mepertahankan dia lebuh lama dari yang aku mau..’?? itu adalah pertanyaan yang belum aku bisa jawab sampai sekarang dan saat itu aku masih bernafas. Semakin aku lari dari kehidupannya semakin aku ingin mendekatinya,semkain aku berusaha untuk melupakannya semakin aku bisa mengingatnya setiap hari dan dimanapun aku berada.seolah-olah dia sudah seperi racun yang terus merusak akal sehatku suapaya aku merindukannya.bahkan aku tidak tahu darimana datangya cinta luarbiasa yang aku berikan kepadanya. Aku merasa dia tidak begitu sebaliknya terhadapku. Aku selalu mengeluah terhadap diriku sendiri,benci,kesal dan sangat kecewa dengan diriku sendiri. Disamping aku membencinya aku juga menyayanginya, tidak tau maunya hati ini seperti apa. Tidak jarang fikiran-fikiran bodoh menganggu fikiran aku, tapi itu menjadi pondasi yang kuat untuk aku harus melupakan dia selamanya dan sejauh-jauhnya. Inilah cinta,,cinta yang membuat orang keliru akan setiap permainanya, tapi aku bukan orang yang lemah yang harus kalah dengan permainan bodoh seperti ini, aku percya kalau setiap permasalahan memiliki ujung walaupun sangat berat.
Setiap hari aku berjumpa dengannya dalam satu kegiatan yang sama,dan aku sangat senang sekali, dia melihatku disertai senyuman,dia menyapaku dengan salaman dan langsug menanyakan bagaimana keadaanku, huuuh dengan bangga aku menjawab pertanyaannya dan menjabat tangannya aku merasa begitu dekat.dia melihatku dengan penuh cinta dari pandangannya yang begitu tajam.tetapi kemesraan itu tidak bertahan dengan lama pasti ujung-ujungnya pasti ada masalah yang buat kita berdebat. Setelah jam 05.00 sore kegiatan sudah selesai dan kita pulang bersamaan menuju rumah aku. Sesampainya di rumah istirahat sejenak sembari menunggu waktu magrib tiba,kita berbincang-bincang,lucu-lucuan sambil tertawa riang.suasana sangat bersahabat dengan keluarga semua ngumpul.kecuali orang tuaku yang tidak ikut hadir disana karena dia ada urusan penting,cukup kecewa tapi itu semua bisa di obati dengan hadirnya yang membuat suasan semakin rukun.setelah waktu maghrib tiba kita sholat berjamaah dengan tenang. Dalam sholat aku menangis melihat dia yang rukun dengan keluargaku, aku berharap suasana seperti itu tidak hanya hari ini saja tapi juga hari-hari lain juga tetap begitu. Setelah selsai waktunya makan malam dengan keluarga termasuk dia juga ikut, aku rasa itu adalah momen yang tepat untuk aku lebih mendekatkan dia dengan keluargaku.setelah semua selesai dia berpamitan untuk pulang.sungguh malam yang penh dengan kebahgiaan bisa melihat dia akur dengan keluarga sederhanaku.tidak henti-hentinya aku mengucapkan syukur  yang tak terhingga dari hatiku yang paling tulus, dan aku tidak akan pernah melupakan malam bahagia itu.dan aku menyempatkan diri untuk mengambil gambar bersamanya, foto-fotoan bersama di taman rumah, kadanag aku tertawa sendiri jikalau aku mengingat saat-saat bahagia dengannya,saat-saat aku manja dengan dririnya,subhanallah….sesuatu yang sangat bersejarah disepanjang awal cerita cintaku selama ini. Aku berharap suatu saat nanti tidak ada lagi perkelahian dan permasalah yang membuat hubungan itu akan hancur dengan seketika, setelah berusaha untuk sabar untuk mempertahankannya. Kata bosan tidak pernah aku ucapkan selama aku menjalani hubungan itu,yang ada hanya perasaan,yanga ada hanya perasaan berbunga-bunga untuk menjalani hariku dengannya , yaaaa begitulah adanya tentang perasaanku yang sebenarnya !! dan pernah suatau hari aku di undang kerumahnya ada acara syukuran,aku berangkat dengan sangat percya diri mengenakan baju yang sangat sederhana ku persiapkan  untuk bertemu dengan kedua orang tuannya, bebrapa menit aku menunggunya untuk menjemputku kerumah,sesampainya dia dirumahku, aku menyuruhnya untuk beristiraht sejenak setelah berpejalanan jauh. Aku ajak dia tertawa senang-senang supaya rasa capeknya cepat hilang,karena itu sebagai bentuk kepedulianku kepada dirinya. Setelah beberapa kemudian kita mulai berencana untuk berangkat kerumahnya,salaman dengan orangtua ku utnuk meminta ijin dari mereka . setelah perjelanan jauh, dia mengatakan ,” apakah kamu mancintai aku dengan tulus.. “?? , dan aku jawab (dengan hati tenang) ,” yaaa kau mencintaimu dengan tulus , ada apa bertanya seperti itu ,, ??, lalu dia menjawab dengan perlahan-lahan,” tidak ada maksudku yang lain, aku hanya menanyakan perasaanmu terhadapku “ . hatiku sudah mulai tidak karuan dengan pertanyaan yang tiba-tiba membuat ku sedikit gugup. Tapi aku cuek saja aku menganggap dia hanya memastikan tentang hubungan saya dan dia . setelah berpejalan jauh, dia baru ingat bahwa Hpnya ketinggalan dirumah. Kita berhenti di pinggir jalan sembari berfikir sejenak , apakah balik kerumah atau melanjutkan perjalanan ???  setelah lama berfikir,akhirnya dia memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Tapi aku merasa ada yang aneh ketika itu, semenjak di mengingat hpnya ketinggalan dia mulai bicara dengan agak sedikit gugup dan takut setiap kali aku ajak dia bicara, beda dengan disaat dia belum mengingat hpnya.langsung aku berfikir untuk menelfon orangtuaku supaya dia menyimpan Hp itu di kamarku. Sesampainya disana aku melihat begitu banyak orang dan tentunya aku tidak mengenali siapa mereka. Secara perlahan aku mulai di perkenalkan dengan keluarganya dan aku sambut mereka dengan begitu terbuka, sedikit demi sedikit rasa gugupku hilang dalam sekejap aku sudah mulai akrab dengan keluargya dalam sehari bertemu.aku merasa sudah seperti keluarganya sendiri dan sudah lama saling mengenal satu sama lain.cukup memebuat kau merasa nyaman setidaknya tidak merasa asing utnuk berda dirumahnya.
Waktu terus berjalan,aku belum juga beranjak dari rumahnya, aku tidak tahu kemana perginya ..?? aku terus mencari dari sudut kesudut karena hari sudah semakin  malam aku khwatir orang tuaku cemas.dengan perasaan resah aku terus mencarinya,setelah lama kemudian aku mendapatinya dengan seorang perempuan , tapi aku tidak langsung menghampirinya aku hanya melihat dari kejauhan. Setelahnya aku memberanikan diri untuk mendekatinya , aku bertanya padanya, “siapa dia ..” ?? ( dengan perasaan yang penuh curiga)  lalu dia menajwab ,” dia bibik saya dek, jangan ragukan aku, aku tidak bermain di belakangmu”. Aku masih tidak begitu yakin dengannya tapi setidaknya hatiku sedikit agak lebih tenang dari sebelumya, kemudian aku mengajak pergi dan mengantarku pulang. Ditengah perjalanan aku masih memikirkna soal yang tadi, aku tidak mengeluarkan kata sedikitpun begitu juga dengan dirinya,karena aku masih kesal dan masih belum percaya dengan penjelasannya . tapi ya sudah aku hanya bersabar mengikuti permainannya . sesampainya di rumah aku tidak melihatnya sama sekali , aku turun dari motor dan langsung masuk tanpa mempersilahkan dia masuk karena masih terbawa suasana tidak enak yang dia suguhkan dari rumahnya. Aku menyuruh ibuku untuk  memberinya dia Handphone,lalu tidak lama kemudian dia pulang . tidak lama kemudian ibu memanggillku, ( aku pergi  menghampirinya ). Ibu mengatakan , “ nak apakah kamu yakin dengan lelaki itu ,,”??( dengan muka yang sangat serius), aku menjawab ,” kenapa ibu tiba-tiba bertanya begitu, selama ini aku tidak meragu sama ornag yang aku cinta buk,” aku mulai merasa takut seolah-lah ada Sesuatu yang terjadi dan aku tidak tahu masalah apa itu .. ibu dia sejenak, lalu mengambil nafas yang panjang untuk mengutarakan sesuatu padaku. Dengan rasa penasaran aku terus tak henti-hentinya  bertanya. Kemudian ibu menjawab.” Naak , aku meragu dengan lelakimu, ibu mempunyai firasat yang buruk tentang dia, sebenarnya dari awal ibu sudah tidak setuju masalah hubunganmu dengan dia, tapi ibu selalu menyimpannya karena ibu tidak ingin kamu sakit dan kecewa naak, ibu sudah mengumpulkan banyak keberanian untuk mengutrakan ini padamu dan sekarang saat ibu harus katakana sebelum kamu salah untuk melangkah terlalu jauh. Di tambah lagi dengan ibu tidak sengaja mengangkat telfonnya dan ibu mendengar suara perempuan, ibu tidak tahu nak apakah dia memiliki yang lain atau hanya teman biasa. Nak,, ibu tahu mana yang terbaik  buat kamu jadi ibu ingin kamu memutskan untuk tidak berhubungan lagi sama dia..”!!!!! ( ibu mengungkapkan itu dengan penuuh rasa). Aku langsung shock mendengar kalimat itu,aku tidak tahu apa yang harus aku katakan  untuk membela dia depan orang tuaku.aku kehilangan akal disamping  aku begitu sangat mencintai,tapi disisi lain juga aku tidak ingin orang tuaku kecewa dan aku tidak ingin di katakan sebagai anak yang durhaka.lalu apa yang harus aku lakukan dengan semua ini …Tuhaaaaaaaan ???? aku tidak bisa mengambil keputusan dengan baik . dalam benak ku berkata bahwa ini adalah awal putusnya hubunganku dengan dia, fikiran jelek selalu mengahantui fikiranku.  kehidupanku kosong tanpa keindahannya. aku merasa sudah tidak memiliki hidup lagi, hari-hari kulewati begitu menyakitkan. Apa aku tega memberitahukan dia tentang hubungan kita yang tidak di restui ??? tapi sampai kapan aku harus menyembunyikannya dari dia ?? itulah yang menjadi beban fikiran ku setiap harinya.akhirnya aku memutusakn untuk menjalin hubungan tanpa sepengetahuan orang tuaku, karena aku belum berani dan tidak tega untuk mengatakan yang sebenarnya kepadanya . di samping itu aku menyusun rencana untuk aku tidak membawanya kerumah lagi dan di depan orang tuaku aku tidak pernah menyebut nama dia dan berkeluh kesah tentang dia, aku selalu menjaga setiap perkataanku, setiap kali ia  bertanya , “ bagaimana hubunganmu dengan dia Naaak ,,?” ( dengan wajah yang ceria ) dan aku selalu menjawab  “ aku sudah tidak berhubungan lagi buk..” ! ( dengan muka yang takut ) . aku terpaksa berkata yang tidak sebenarnya kalau aku berhubungan dengan lelaki itu. memang aku akui  orang tuaku tidak merestui hubungan ku dengan dia karena maksudnya baik dan lelaki itu sangat keras dan egois . mungkin itu salah satu alasan aku tidak di ijinkan dengannya. tetapi di balik keegoisannya itu dia  adalah  sosok yang penyayang,perhatian . ketika aku membutuhkan sesuatu dia tidak pernah menolak dia selalu membantu dengan sepenuh hati dangan ikhlas. semua apa yang aku butuhkan, dia selalu penuhi tidak pernah menentang kemauanku sedikitpun. dari hal kecil sampai dia rela di cemoohkan sama orang dia  tidak pernah peduli asalkan ceweknya bahagia. Kebaikannya itulah yang tidak bisa kau lupakan sampai saat ini aku masih hidup aku tetap memikirkan tentang dia walaupun hanya sesaat di hatiku .
 Pernah sesekali dia bertanya, kenapa kamu selalu melarang aku utnuk kerumah mu ?? aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu , tapi aku selalu berusaha tenang dan mecari alasan yang tepat dan dia selalu percaya. Sudah 2 bulan lamanya dia pernah datang kerumah dan secara perlahan dia mulai curiga mulai dari bagaimana dia mentapkku dengan sifat ku yang sudah mulai dingin padanya, tapi yaaaaa aku berpura-pura untuk  tidak memperhatikannya. Aku berusaha untuk membahagiakan dia dengan upayaku sendiri. Berusaha untuk buat dia tersenyum setiap hari dan setiap kali kita bertemu, karena aku fikir dengan begitu secara perlahan-lahan aku akan melepaskan dia untuk selamanya dan sengaja mencari kesalahan. hingga pada suatu hari , dia menginginkan Sesautu dariku aku menolaknya  dia sangat marah, dia mengatakan aku tidak peduli dengannya lagi,dia mengatakan kalau aku orang yang hanya mempermainkannya . dan lagi-lagi dia mengancam dengan melakukan suatu hal yang bodoh, aku meninggalkan dia sendiri di jalanan dengan perasaan yang sangat kecewa aku berjalan pulang dan tidak menghiraukan dia sama sekali . hatiku mengatakan mungkin ini adalah saat yang tepat untuk harus bener-benar melepakannnya pergi dari hidupku . aku tidak pernah menghubunginya selama satu minggu , memamng rasanya berat tapi mungkin ini cara yang paling baik dan lebih cepat , walaupun pada akhirnya kita sama-sama merasakan sakit dan merasa kehilangan
Hari – hari terus berganti , setiap malam aku gelisah memikirkan dia yang tidak bersamaku lagi, kadang rasa sendiri selalu menyelimuti hatiku tapi aku selalu mencari kedamaian bersama bayangannya di wajahku . setelah tiga minggu lamanya aku tiak menguhubunginya , orang tuanya menelfon bahwa dia mengalami kecelakaan . aku sangat terkejut sekali mendengar berita itu, aku ini merasa bersalah walaupun aku tau itu bukan kesalahaku. Aku begitu mencemaskannya perasaan mulai tidak tenag lagi, fikirn mulai kacau lagi , sepertinya masalah tidak pernah henti-hentinya datang secara bertubi-tubi. Aku tidak tahu apa yang harus ku lakukan, apa aku harus kembali dengannya lagi ??? itu tidak akakn mungkin terjadi !! . sampai akhirnya aku membernikan diri untuk mengunjungi dia melihat keadaanya di Rumah Sakit Selong  tanggal  31.06.2013 pertemuanku dengannya . sesampainya aku disana suasana haru menyelimuti perasaan ku rasa tak tega melihatnya terbaring lemah tak berdaya dengan infuse di tangannya .tak henti-hentinya air mataku keluar terus - menerus membasahi pipiku. Tapi pada saat itu aku berusaha untuk menutupi kedatangan ku keluarganya tidak tahu dengan kedatanganku Karena aku hanya melihatnya melalui jendela belakang. Setalah aku melihatnya aku pulang dengan harapan semoga dia baik-baik saja dan tidak terjadi suatu hal apapun lagi dengan dia . sesampinya aku di rumah aku memikirkan langkah apa yang harus kau lakukan selanjutnya . tidak mungkin aku meninggalkan dia dengan keadaanya  yang tidak baik , bermacam-macam cara yang terlintas di fikiranku tapi semuanya tidak tepat. Mungkin ini adalah petunjuk bahwa aku tidak cocok dengannya atau malah sebaliknya aku tidak   tahu !!??? yang penting saat ini kesembuhan dia untuk menjalani hidupnya dengan baik lagi . setiap harinya kau berusaha untuk datang mengontrol perkembangannya dan ini pertama kalinya aku memberanikan diri untuk menunjukkan kedatangan ku di depan keluarganya , sesmpainya aku disana keluarganya menyambut ku dengan penuh ceria . aku aku juga membalas mereka dengan senyum terindah yang aku punya . ngobrol dengan mereka cukup memakan waktu yang lama setelah itu aku masuk kekamaranya aku melihat dia msih tertidur lelap, perlahan-lahan aku berjalan menghampiri dirinya. Aku perhatikan wajahnya , aku perhatikan lukanya yang sakit, aku rasakan suhu tubuhnya . tidak lama kemudian dia terbangun dan samar-samar melihat wajahku , dia berkata , “ kau datang dek..” kanpa baru sekarang ,,?? Aku sakit karenamu ,kamu tahu itu ?? langsung aku menangis di depannya meminta maaf dengan kesalahanku aku terus mengeluarkan kata maaf dari hatiku yang paling dalam , rasanya tak tega mendengarkannya. karena aku diaterluka , karena aku juga dia samppai sakit. Aku mencoba untuk membuat dia tenang dan menjelaskan yang sebenarnya bahwa hungan kita tidak di restui . dia hanya diam tidak mengeluarkan sedikit katapun setelah aku mengatakan itu.aku memberinya penjelasan yang sejujurnya tentangnya yang orang tuaku tidak suka karena aku harus mengatakannya apapun itu resikonya supaya setelah ini saya dan dia sama-sama tenang. Dia begitu shock mendengar ceritaku,sesekali dia meneteskan air mata dengan suaranya yang tersedak-sedak, nafas yang tak teratur aku bisa melihat dari tatapanya yang tidak mau kehilanganku, tapi inilah adanya yang harus dijalani bagaimanapun orangtuaku tetap tidak setuju aku berhubungan dengannya lagi dan menginginkan aku untuk pisah. Dia mengatakan ,” kalau memang begitu yang di inginkan orang tuamu dek,  beri aku waktu untuk bisa menerima, aku tahu selama ini aku keras terhadapmu, aku tidak menghiarukanmu tapi bukan berarti aku tidak mencintaimu ,” !! begitulah kata yang dia keluarkan, aku tidak berani untuk menjanjikannya hatiku lagi , aku tidak berani mengatakan kalau aku memberinya kesempatan yang kedua , aku hanya menjawab , “ ka’ kita berpisah atau tidak itu adalah fitrah kehidupan,jikalau Tuhan menginginkan kita untuk bersama maka kita akan bersua kembali dalam ikatan cinta , tapi sekarang posisi ku sulit untuk memutuskan yang terbaik buat kita dan juga yang terbaik buat orangtuaku, karena aku ingin adil di antara kalian berdua ,,,,”.begitulah paparanku untuk berusaha meyakinkan dia . setelah sekian lama aku berbicara denganya suasana agak cukup mulai tenang, setelah itu aku menemaninya  sampai dia terlelap tidur kembali dan memakainya selimut tebal yang dulu aku pernah berikan sebagai tanda cinta kepadanya. Aku mulai berpamitan untuk pulang kepada keluarganya dan berjanji untuk kembali lagi besok kalau ada waktu. Ini adalah yang benar-benar membuat ku kacau membuat ku kaku  dengan setiap adegan yang ada. Seharian keluar rasanya lelah,lesu,mulai menyerang badanku, kadang aku di rumah aku juga tidak pernah tenang selalu memikirkan dia, dia, dia dan dia lagi, tidak pernah hilang di dalam fikiranku,aku benar-benar menginginkan semuanya biar cepat selesai supaya tidak ada kegaduhan lagi. Kepalaku sudah tidak bisa berfikir dengan baik, HUUuuuh luarbiasa perjalanan cinta ini .
Sejenak aku rebahkan kepala ku di atas bantal yang membuatku cukup merasa nyaman, aku mencoba untuk tidur,pejamkan mata dan menghilanngkan semua  masalah yang ada karena keesokan harinya masih banyak masalah yang harus di selsaikan. Beberapa lama kemudian Handphone berdering dan akupun terbangun, kau melihat dia menelpon tapi aku tidak langsung mengngkatnya aku biarkan dia berdering karena aku fikir semakin aku meladeninya maka aku akan semakin sulit melepaskannya, aku takut perasaanku bertambah besar. Setelah tiga empat kali menelpon aku tidak pernah mau mengangkatnya. Pada akhirnya dia kirim pesan ,” jangan siksa saya secara perlahan, aku tahu aku salah sampai orangtuamu tidak menyukaiku, tapi aku akan berusah untuk  berubah dengan sebaik mungkin untuk merebut hatinya dia lagi, beri aku kesempatan ,” !! itulah isi pesannya yang penuh dengan penyesalan. Tapi bagaimanapun juga aku tidak pernah membalasnya karena percuma orangtuaku akan tetap pada pendiriannya, Semuanya sudah terlambat untuk disesali bagaimanapun akhirnya nanti kita berdua harus tetap bisa menerimanya dengan sabar dan lapang dada.
Keesokan harinya, aku bersiap-siap  untuk kembali kerumah sakit dengan pakaian rapi,sembari aku di tunggu untuk sarapan bersama keluargaku.sempat ibu melontarkan pertanyaan,” Naak kamu pergi kemana pagi-pagi begini “? (  dengan wajah yang curiga), terpaksa kau bohong lagi aku tidak mengatakan yang sebenarnya dan aku juga tidak memberitahukan orang tuaku kalau dia sedang sakit sekarang. Setelah selesai sarapan aku berpaitan untuk pergi. Sekitar 20 menit aku sampai disana aku menuju kamarnya,sesampainya aku disana ternyata ibunya bilang “kamu sudah di tunggu dari sejak tadi cepat kamu datangi dia “. Setelah aku masuk dia menyambutku dengan senyumnya yang sangat ramah kepadaku aku juga membalasnya dengan begitu . aku tanyakan bagaimanna kabarnya, bagaimana perkembangan kesembuhannya itu sebagai awal pembicaraan.berbicara panjang lebar tibalah pada intinya kalau dia tidak akan melepaskan ku bagaimanapun caranya.  Dia menjelaskan ku dengan katanya yang lembut penuh cinta. Jujur aku sangat  senang mendengarnya aku merasa benar-benar di cintai sekarng tidak seperti yang dulu dan semoga itu bukan hanya sedekar omongan yang hanya bersifat sementara. Tidak lama kemudian dokter datang untuk mengecek perkembangannya setelah itu dia di perbolehkan pulang saat itu juga . dengan sangat senang aku langsung mengemasi barang-barangnya merapikan tempat tidurnya, yang terakhir aku mambasuhi mukanya dia dengan handuk dan air hangat. Setelah semua telah siap aku menuntunnya jalan ke mobil, dia menginginkan aku mendampinginya sampai rumah, tapi aku menolaknya karena mungkin dengan dia sembuh aku tidak akn pernah  bertemu dengan dia lagi meskipun aku sangat begitu mencintainya. Dia tidak ingin melepaskan tanganku tetap saja keras memaksa ku untuk ikut bersamanya , tapi aku terus saja menolak sampai akhirnya aku berjanji untuk menemuinya lagi baru dia melepaskan tanganku . dan itu hanya sekedar omonganku saja dan aku tidak menjamin bahwa aku akan menemuinya lagi .
            Dua minggu sudah lamanya aku sedikit merasa bisa melupakannya, aku melkukan aktivitas ku dengan baik walaupun sesaat aku ngat tentang dirinya karena aku sangat yakin kalau dia kan baik – baik saja walaupun tanpa kau disisnya sekarang dan untuk selamanya . aku memanfaatkan waktu selama dua minggu untuk mancari banyak hiburan, bermain bersama keluargaku,teman-temanku,adikku aku benar-benar memanfaatkan waktu itu dengan aku senang-senang setelah berkeluh kesah dengan masalah . tidak lama kemudian pada sore hari jam 05.00 ketika aku sedang bersantai dengan keluargaku di teras depan aku kaget dengan kedatangan dia yang secara tiba- tiba tanpa memberitahukan aku terlebih dahulu. Walaupun orang tuaku tidak setuju dengannya tetap dia disambut dengan baik seperti biasa di persilahkan masuk . sembari menunggu aku pergi ke dapur untuk buatkan dia secangkir kopi jahe hangat dan kue bronis kesukaannya . setelah itu aku menyakan keadaannya dia tidak menjawab, dia hanya membalas ku dengan pandangan yang rupanya sangat marah, aku bertanya  lagi untuk yang kesekian kalinya dia tetap tidak menjawab hanya melihatku saja tanpa berkedip sedkitpun . karena aku tidak suka di diamkan seperti itu akirnya aku mencoba untuk membuat alasan bahwa aku sebentar lagi mau keluar, baru saat itu dia angkat bicara . dia mengatakn, “aku memberanikan diri untuk datang ,kehadiranku disini untuk bertemu dengan orang tuamu meminta maaf langsung kepada mereka izinkan saya bertemu dengannya , kali ini say benar-benar serius , ”” ! mendengar ucapannya yang begitu sepertinya dia sangat tulus aku mencoba untuk tidak mngizinkannya bertemu dengan orang tuaku karena aku ingin melihat bagaimana responnya dia ketika aku bersikap begitu. Apakah dia akan sabar atau malah sebaliknya seperti dulu dia akan marah-marah  ???? berbagai macam alasan dia kemukakan untuk meyakinkan aku, tapi aku tetap pada pendirian untuk tidak mengizinkan dia bertemu dengan orang tuaku . setelah lama kemudian ternyata dia belum bisa berbubah, dia sangat marah !! aku hanya bisa menyaksikan kemarahannya lalu aku pergi meninggalkannya tanpa aku mengeluarkan kata sedikitpun. Aku malu kepada kedua orang tuaku yang tadinya dia berharap dia akan dengan baik dan mengakui kesalahnnya . tak lama kemudian dia pergi tanpa pamit,setalah aku balik ke runag tamu tempat dia duduk aku tidak mendapatinya disana dia sudah pergi pulang. Tapi tidak ada sedikitpun kata salam yang ku dengar , hal ini semakin menguatkan orang tuaku untuk tidak merestui  ku. Ya Allahhhh..bukakanlah pintu hatinya !!!
            Semenjak kejadian itu, rasanya aku sudah mantap untuk membiarkannya pergi menjauh dari kehidupanku, tapi darimana aku harus memulai ?? aku mersakan dunia ini terabalik, aku menginginkan dia menjadi pribadi yang penyabar bukan menjadi orang keras kepala begitu. Berbagai macam fikiran merasuki kepalaku, aku merasa jadi orang yang sangat bodoh setiap harinya, kehidupanku mulai suram dengan perlahan. Setelah kejadian itu aku mengurung di kamar untuk berbicarapun aku tidak bersemangat lagi.sampainya orang tua mulai khawatir dengan keadaanku dan aku jatuh sakit selama 1 minggu lebih aku di rawat di rumah sakit .  walaupun keadaanku begitu aku tidak aku menyempatkan diri untuk berfikir jalan keluarnya seperti apa . kalau aku ingin dia tetap bersamaku maka aku harus merubah sikapnya yang acuh tak acuh tapi itu butuh waktu yang sangat lama dan tidak mudah , tapi jika aku melepaskannya aku takut dia akan nekad melakukan hal yang bodoh karena dia tidak segan- segan melukai dirinya . sungguh posisi yang sangat sulit untukku! Selama aku dirumah sakit dia tidak pernah datang menjengukku ataupun kirim pesan bertanya tentang keadaanku dia tidak pernah , apa mungkin dia juga akan melupakanku ????  setelah lama berfikir aku berencan jika aku sembuh nanti aku harus berani untuk mengatakan bahwa aku tidak ingin bersamnya lagi. rasanya sudah sangat lelah untuk di pertahankan dengan segala upayaku selama ini itu sudah cukup untuk membuktikan bahwa aku mencintainya, itulah alasanku kenapa aku mempertahankan hubungan itu . pada hari minggu aku di izinkan untuk pulang karena kondisi sudah membaik, di temani saudaraku yang dia juga tidk suka dengan lelakiku . sesampainya aku dirumah aku langsung beristirahat sejenak sembari menunggu makan siang sudah jadi. Setelah siap melihat semua keluarga berkumpul membuat nafsu makan ku bertambah, karena sesulit apapun kondisiku asalkan mekeluarga ku rukun damai cukup manjadi motivasi ku untuk mengahadapi semuanya .
            Keesokan harinya aku mulai melakukan rencana ku waktu dirumah sakit, pertama aku menelponya terlebih dahulu,menyuruh dia untuk ketemu di tempat yang sangat indah . setibanya disana aku mendapati dia yang sedang duduk beralaskan karpet tenun. Perasaan tidak berani mulai datang mengahmpiri lagi karena wajahnya yang ceria ketika dia melihatku, apakah aku tega untuk merusak senyum diwajahya jikalau dia menengar perkataanku . seperti biasa aku mencoba untuk berkomunikasi denga  tenang sampai akhirnya tiba di ujung pembicaraan. Aku menjelaskan sedetail mungkin samapai satu jam lamanya aku berbicara dia hanya menunduk sambil menangis. Ya ALLAAAH betapa berdosanya aku ! meluapkan segala amarahku tentang dia yang aku tidak suka .dengan tiba-tiba memegaang erat tanganku seolah-olah dia tidak ingin melepaskanku,dadaku rasanya sangat tesedak-sedak begitu menyesalnya dia atas apa yang telah dia lakukan, dan atas sikapnya yang seperti anak kecil. Walaupun begitu aku tidak mengurungkan niat ku untuk melakukan rencana itu, beribu-ribu kali dia melanturkan kata maaf tetap saja aku tidak bisa walaupun disisi lain aku sangat menginginkannya dan mencintainya tapi apa mau di kata orang tua ikut campur dalam hubungan kita dan tak merestui hubungan kita . kalau saja sedikit dia sedikit bisa merubah diri mungkin orang tuaku akan bisa terbuka dan bisa menerimanya dengan hati terbuka, karena dia yang memulai maka inilah akhir dari hubungan kita selama dua tahun lamanya. Ya ALLAH kenapa harus berakhir dengan keadaan yang buruk seperti ini ?????
            Hampir satu jam lamanya kita bersama-sama untuk mengakhiri hubungan. Semenjak itu aku perhatikan matanya yang tidak henti-hentinya mengeluarkan air mata membasahi wajahnya yang begitu polos,,ingin sekali aku menghapuskannya dan berkata “ aku mencintaimu “ tapi aku selalu tahan karena mungkin ini yang terkahir kalinya dia akan brtemu denganku dan meneskan air mata karena ku . berkali-kali dia mengatakan “ Dek, apa setega ini orang tuamu?,apa sejahat kedua orang tuamu dengan hubungan kita ?, aku tidak bisa dek. Tolooooong jangan kau ikuti nafsumu sudah susah payah aku pertahankan aku tidak mau berakhir dengan sia-sia begini .” bgeitulah ungkapkan dia disaat dia menyesal .sepertinya dia sangat tulus ingin berubah dan meminta maaf , rasanya aku ingin memberikan dia kesempatan agar aku bisa bersamanya lag, tapi bagaimana dengan orang tuaku ?? apakah dia akan setuju ??? Atauuuu ??? . ini sungguh sangat menyakitkan bagiku. Bagaimana jadinya aku nanti ketika aku tidak bersamanya lagi ?? tapi ini demi kebaikan aku dan dia untuk sama-sama mencari yang paling baik dari yang terbaik .
            Setelah  aku memberikannya penjelasan yang tepat dan tetap pada pendirianku, seketika dia terdiam dan memandangku dengan tatapan kosong, aku sangat takut sekali , aku takut dia akan melakukan hal-hal yang bodoh lagi seperti dulu yang dai lakukan . dan perlahan dia bicara “ dek, baiklah jika dihatimu sudah tidak menginginkan ku lagi,jika kamu ingin untuk tidak mempertahankanhubungn ini lagi, mungkin ini akan terkahir kali kamu akan melihat saya jangan menyesal dan jangan mecariku lagi untuk meminta cintaku kembali padamu. Aku bukan pengemis dek, tapi aku begini karena aku mencintaimu tapi kamu tidak mengerti itu sekarang jalani hidupmu dengan baik “. Medengar kata itu aku lantas tak berdaya dan takut jikalau aku kehilangan dia . aku tidak mengerti dengan hatiku sendiri dan kemauanku sendiri. Aku membalasnya dengan berkali-kali mengucapkan kata maaf dengan sangan tulus padanya . setelah itu beranjak untuk pulang mengambil keras jaketnya yang aku pegang dan berjalan pulang tanpa dia menoleh sedikitpun dan membiarkan aku sendiri disana . badan ku mulai merasa lemas aku tak mengerti dengan apa yang telah aku lakukan , apakah aku wanita munafik ?? itulah yang aku rasakan telah mensiasiakan orang yang begitu sangat mencintaku,orang yang begitu peduli padaku,orang yang begitu menyayangiku sekrang dia telah jauh meninggalkanku dan mungkin aku tidak akan bertemu dengannya lagi untuk yang kesekian kalinya. Aku duduk merenung di kursi berwarna putih yang di kelilingi oleh bunga yang sedang mekar. Aku berfikir sejenak  agar aku bisa menghilangkan namanya dan cintanya dalam hidupku. Mau tidak mau ini adalah resiko yang haru aku ambil dan aku jadikan sejarah yang paling berharga dalam hidupku .
            Setelah dua minggu lamanya aku menjalani hidup tanpa kehadirannya rasanya begitu tidak lengkap dan terasa hambar. Apakah dia merasakan seperti apa yang aku rasakan ??? entahlah aku tidak tau, mungkin dia sedang menikmati rasa bencinya kepadaku atau dia sedang bahagia dengan pasangannya yang baru . dalam jangka waktu yang sekian lama, aku masih tetap memikirkannya setiap waktu bahkan aku menunggu telfon dan pesan dari dia . mungkin ini adalah karma yang harus aku tanggung karena aku sudah mensiasiakn dia, tapi ya udahlah ini adalah jalan yang terbaik yang harus aku tempuh dan mungkin dia bukan yang terbaik untuk saya . seiring berjalannya waktu mungkin aku sudah mulai terbiasa tanpa dia sehingga aku tidak terlalu banyak meluangkan waktuku untuk memikirkan dia , segala aktivitas aku kerjakan dengan baik dan aku mengingat dirinya ,mungkin dia juga sedang bahagia seperti aku . pernah  sekali aku jalan-jalan pagi bersama orang tuaku di taman kota selong menikmati udara yang sangat segar menyambut senyum pagi ku yang penuh dengan kebahagiaan tanpa masalah lagi.aku berjalan-jalan melihat pemandangan yang sangat bagus di tambah dengan kecantikan buka yang baru mekar seolah-olah meringankan langkah kaki dan menghilangkan rasa lelah penat di badan. Seketika itu juga aku jalan melalui alun-alun taman dengan tidak sengaja aku melihatnya duduk dengan gadis lain, tapi aku tidak yakin kalau itu dia. karena rasa penasaranku aku terus mendekatinya perlahan dari kejauhan . ternyata ???? hatiku sakit ketika melihat itu ternyata benar itu adalah dia yang sedang duduk manis dengan seorang perempuan, dan mungki itu adalah pasangannya yang baru. Karena aku tidak ingin terlihat sedih di hadapan orang tuaku, aku pura-pura tegar dan tidak melihat dia , seolah-olah tidak terjadi Sesuatu !
            Setelah aku tahu dia sudah memiliki yang lain, aku langsung pulang dengan perasaan dan batin yang angat sakit yang aku rasakan. Aku tidak mau terlalu lama tepuruk dalam yang sama dan itu-itu saja. Sekarang aku biarkan dia untuk menikmati saat bahagia bersama pasangannya yang baru dan aku tidak pantas untuk sakit lagi karena aku fikir aku sama seperti dia. spertinya itu lebih baik yang harus aku lakukan.!!!!! Bahkan tidak jarang aku melihatnya setiap kali aku keluar secara tidak sengaja aku melihatnya kadang di tempat perbelanjaan atau pernah juga di pinggir jalan dekat kantor tempat dia kerja. Sebenarnya aku tidak ingin melihatnya lagi karena aku tidak ingin mengingat masa-masku bersamnya dulu. Semakin aku sering melihatnya aku takut untuk terlalu sering memikirkannya lagi, karena perasaanku perlahan-lahan sudah semakin memudar dengan sendirinya yaaaa begitulah permainan dunia tentang cinta remaja yang penuh dengan cerita dan realita yang sering kali membuat dirinya bodoh dengan masalah itu sendiri. Terkadang orang mearasan cinta begitu manis untuk harus di pahitkan,kadang ada jyga yang mengatakan bahwa cinta hanay akan manis pada saat kamu bersamanya . dan apa yang terjadi disaat kamu putus sekarang ini??? Kata benci mulai timbul dan tidak saling menghiraukan. Itulah yang terjadi di dunia remaja seperti aku dulu dan sekarang sudah beranjak dewasa tentu di sertai dengan pola fikir yang semakin dewasa juga .
            Ternyata tidak terasa semua sudah aku lewati dengan baik dengan usaha,upaya dan kesabaranku selama ini membawa ku ke dunia yang baru dan tentunya dengan pribadi yang baru  juga.hampir satu bulan aku tidak pernah menghiraukan dia lagi palagi untuk menyebut namanya tidak pernah sekali terlintas dalam benakku. Keluarga juga rukun dengan setiap harinya, dan aku secara perlahan mulai membuka hati bagi yang lain. Alhamdullillah dengan cepat Tuhan memberikan aku seorang hambanya yang begitu bijaksannya,begitu baik ,ramah dan yang paling penting terbuka,sopan dengan keluarga. aku mencoba untuk memperkenalkan dia dengan orang tuaku dan ternyata mereka sangat menyukainya dengan satu kali pertemuan. Ya Allah betapa lega rasanya melihat mereka sangat akrab dan begitu akur. Hari-hari ku menjadi begitu menyenangkan dan berwarna karena sudah ada yang mewarnainya dalam hidupku . yang paling penting adalah dia adalah hamba ALLAH yang tidak jauh dari agama. Orang yang seperti itu aku yakin bisa mengajarkan tentang agama yang lebih jauh lagi.
            Satu tahun lamannya sudah hubungan yang mulai ku bina.di siang hari ketika surya membelai bumi aku. Aku duduk di taman rumah, tiba-tiba datang seorang lelaki menggunakan baju yang sangat rapi dengan warna coklat, aku di berinya sebuah undangan sampul berwarna merah. Aku tidak tahu itu ??? tapi aku melihatnya seperti undangan pernikahan, aku mulai buka dan membaca. Ternyata ada nama dia mantanku yang dulu akan menikah dengan gadis yang aku lihat sewaktu di taman. Aku samput tak percaya dan terkejut melihat itu, aku baca lagi dengan teliti. Dan hari pernikahannya tepat di hari jadinya aku dengan pasangan ku yang baru . apakah ini di sengaja atau hanya kebetulan saja? Aku sempat tidak menyangka ini akan terjadi dengan begitu lurus seperti di rekayasa . Subhanallah apa maksud dari semua ini ????  di samping aku cukup sedih aku juga sangat bahagia karena sudah siap menjadi imam dalam rumah tangga. Dengan segera aku beritahu keluarga dan pasangan baru ku mereka kaget dan mengucapkan alhamdullah ya ALLAH.
Tepat di hari pernikahannya aku datang dengan bangga dan sangat bahagia  bersama kekasihku berpakain rapi  menggunakan batik yang sama, tentunya terlihat pasangan yang anggun dan serasi sekali.sesampainya aku disana yaaaaa cukup deg degkan juga ketemu mantan yang mengukir banyaak sejarah denganku pasti agak nervous setelah lama tidak bertemu. Aku jumpai banyak orang terutama orang tuanya yang sudah akrab denganku secara tiba-tiba dia langsung memelukku dan berkata “ terimakasih nak sudah datang,dan terimaksih untuk mengajarkan yang baik pada anak saya, sekarang saya melihatnya cukup dewasa dan bijaksana “. Mendengar perkataanya yang begitu aku sangat senang ternyata tidak sia-sia usahaku selama ini untuk merubah dia menjadi lebih baik, dengan rintangan yang sangat banyak sekali. Setelah itu aku di persilahkan masuk dan mengambil makanan, dan saat aku masuk aku langsung melihatnya dengan pakaian pengantinnya yang sangat cocok di badannya dengan pengantin wanita yang begitu cantik mereka terlihat sangat cocok sekali. Tidak lama dia (pengantin pria) melihatku dan langsung memanggil ku. Disitulah aku perkenalkan kekasih hatiku dia juga memperkenalkan istrinya dengan senyuman manis yang dia miliki. Aku sudah merasa puas dengan semuanya, yang paling penting tidak ada permusuhan di antara aku dan dia . kita akan menjadi sahabat, sahabat yang akan selalu ada sampai kapanpun. Setelah selsai tamu sudah pulang tinggal kami berempat yang ada di ruangan itu . dengan suasana ria aku berfoto bersama layaknya keluarga besar saking begitu akrabnya dengan mereka . lalu aku memyampaian terimakasi pada dia yang sudah mengajarkan banyak hal. Berawal dari kesulitan dan akhirnya bahagia . sungguh rencana Tuhan tidak tertandingi oleh manusia dan akan memberikan mana yang terbaik buat hambanya . dengan kejadian ini aku mengambil hikmah , bahwa “ kejujuran dan keberanian menajdi modal untuk melakukan sesuatu” di samping itu banyak brihtiar, bertawakal kepadanya. Karena hanya kapada Tuhanmu lah, pelindung yang setia disaat kamu merasa sulit.
Inilah kisah cerita cintaku yang berujung bahagia dengan penuh rasa syukur  yang tak terhingga dengan banyak pengalaman yang bisa saya ambil dari sepanjang sejarah hidupku dengan dirinya . intinya jangan takut dan ragu untuk  melakukan apapun yang kamu anggap benar. Yakinlah Tuhanmu tidak pernah tidur yang akan selalu setia menjagamu dan membantumu kapanpun . saya ucapakan banyak terimakasi sudah setia untuk membaca semoga cerita ini menjadi motivasi bagi anda untuk terus menjalani hidup dengan baik .
                                                          _ Happy Ending _